[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS,CO, TEBINGTINGGI – Wali Kota (Wako) Tebingtinggi Sumatera Utara (Sumut) Umar Zunaidi Hasibuan memimpin Rapat Evaluasi Kegiatan dan Penyusunan Rencana Aksi Penangan Covid-19 Kelurahan se-Kota Tebingtebing, di Aula Balai Kota Tebingtinggi, pada hari Kamis (4/2/2021) lalu.
Rapat ini dilakukan sebagai bentuk respon Pemerintah Kota (Pemkot) Tebingtinggi, terhadap peningkatan penyebaran Covid-19 yang terjadi sejak Desember 2020 hingga saat ini.
Di bulan Januari 2021, lonjakan Covid-19 luar biasa tingginya. Bahkan jumlah kasus Covid-19 hingga tanggal 1 Febuari 2021 sebanyak 331 orang.
“Khusus di bulan Januari 2021, ada penambahan 127 orang atau terjadi penambahan lebih dari 33 persen, ini peningkatan yang tinggi,” katanya, Jumat (5/2/2021).
Pada hari Selasa (2/2/2021), Wako Tebingtinggi bertemu dengan tokoh-tokoh agama dan pimpinan organisasi keagamaan. Yang ternyata, di tingkat keluharan tidak pernah ada yang mengingatkan kepada masyarakat, terkait bahayanya Covid-19.
Menurutnya, edukasi dan sosialisasi yang masih kurang maksimal inilah, yang menjadi pemicu peningkatan penyebaran Covid-19. Wako Tebingtinggi juga mengharapkan, peran yang lebih otptimal di tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Kita sudah rapat bersama Direktur RS Bhayangkari Chevani, untuk mempersiapkan diri. Tapi tidak ada artinya rumah sakit, kalau tidak ada upaya dari lingkungan, kelurahan dan kecamatan untuk melakukan operasi untuk mencegah masyarakat hilir mudik, membuat masyarakat untuk patuh kepada protokol kesehatan,” ujarnya.
Wako Tebingtinggi mengingatkan, untuk tidak menganggap remeh Covid-19 ini. Semua organisasi perangkat daerah juga, harus disiplin dalam menjalankan tugasnya.
Khususnya tingkat lingkungan, kelurahan dan kecamatan harus aktif untuk menggalang kekuatan masyarakat karena kita tidak dapat bekerja sendiri tanpa ada dukungan masyarakat.
Di penghujung akhir rapat Wako Tebingtinggi memaparkan 12 instruksi kepada perangkat kelurahan dan kecamatan, untuk dapat dijalankan. Yaitu menyosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang ada di kelurahan harus terus ditingkatkan.
Lalu, mengingatkan dan menginstruksikan masyarakat, agar memenuhi prokes, dengan melakukan pengukuran kondisi saat ini dan kondisi setelah diadakannya sosialisasi dan edukasi.
“Mengaktifkan relawan-relawan yang ada di kelurahan dengan memberikan Surat Keputusan (SK) dan tanda, bahwa yang bersangkutan adalah relawan yg ditugaskan untuk mengajak masyarakat mematuhi prokes,” ungkapnya.
Instruksi selanjutnya yaitu, para camat dan lura agar berkoordinasi dengan Tripika, termasuk Bhabinsa, Kamtibmas, KUA, puskesmas serta penyuluh-penyuluh agama lainnya.
Wako Tebingtinggi meminta, agar Kampung Tangguh diaktifkan kembali dengan menunjuk tanggung jawabnya dan menyiapkan ruang isolasi, untuk mereka yg datang atau yang terkena Covid-19.
Masyarakat yang datang dari luar kota atau zona merah, lanjutnya harus dicek kesehatannya dengan Rapid Test atau menunjukkan surat keterangan Rapid Test, yang sudah dilakukannya sebelum menuju Kota Tebingtinggi
“Sampai tanggal 11 Februari 2021 mendatang, tidak diperkenankan ada kegiatan yang sifatnya outdoor atau indoor, yang mengumpulkan massa atau berpotensi terjadi kerumununan massa,” katanya.
Lalu, Operasi Yustisi harus dilakukaan terus menerus untuk mencegah kerumunan-kerumunan masyarakat. Untuk layanan Covid-19 sendiri, warga Tebingtinggi bisa menghubungi Call Centre 112 atau 119 atau ke puskesmas terdekat.
Umar Zunaidi Hasibuan melanjutkan instruksi yaitu, Pemkot Tebingtinggi tidak melarang kegiatan agama sepanjang tidak melanggar protokol kesahatan dan kapasitas ruang untuk kegiatan tersebut.
Kegiatan tersebut hanya boleh digunakan 50 persen saja. Serta meminta kepada seluruh rumah ibadah agar menyiapkan Satgas Covid-19 dan Relawan Covid-19.
“Vaksin akan diberikan mulai tanggal 8 Februari 2021, sesuai dengan prosedur yang ada ditujukan kepada pejabat pemerintah. Termasuk camat di Tebingtinggi, tokoh agama dan tenaga kesehatan. Khusus untuk masyarakat umum, akan dilakukan sesuai dengan jatah vaksin yang akan diberikan oleh pemerintah pusat,” ucapnya.
*****














