MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Banjir rob yang terjadi mulai Sabtu hingga Senin (23/8/2021) merendam sejumlah Kecamatan di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat makin meluas. Total ribuan rumah warga terendam air dengan ketinggian air 1 hingga 3 meter.
Berdasarkan data yang diperoleh, banjir di Kapuas Hulu merendam Kecamatan Boyan Tanjung, Bunut Hulu, Mentebah, Pengkadan, Putussibau Utara, Putussibau Selatan, dan beberapa kecamatan di pesisir Sungai Kapuas.
Tak hanya permukiman, sejumlah fasilitas publik juga terendam banjir. Bahkan Jalan Nasional penghubung Kapuas Hulu dengan Kota Pontianak terputus di beberapa titik.
Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy Mahadi bersama Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun – Danau Sentarum (TNBK-DS) memantau langsung dari udara menggunakan pesawat ultralight milik TNBK-DS ke daerah yang terdampak banjir rob yang umumnya di bantaran Sungai Kapuas.
Wedy Mahadi mengatakan pihaknya bersama Kepala Balai TNBK-DS melihat langsung situasional dari udara genangan air akibat rob atau banjir pada hari Senin ini (23/8/2021).
“Ada beberapa wilayah khususnya di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu yaitu Kecamatan Putussibau Utara dan Kecamatan Putussibau Selatan masih terdapat banyak genangan air, namun semua masih dalam pantauan dan monitor yang mana masyarakat yang terdampak kita prioritaskan,” ujarnya.
Untuk sementara, kata Wedy Mahadi situasional aman terkendali, untuk Harkamtimas masyarakat jangan panik karena TNI – Polri maupun dari TNBK-DS siap melakukan kegiatan harkamtimas dan juga kegiatan – kegiatan kemanusiaan.
“Namun, sejauh ini air sudah berangsur surut untuk hari ini, namun kita masih siaga dan waspada apabila ada air mengalir dari Hulu Kapuas dua hari kedepan,” terangnya.
Dikatakan Wedy Mahadi, pihaknya memiliki program untuk masyarakat yang terdampak. Pihaknya akan turun langsung untuk memberikan bantuan-bantuan sosial agar bisa digunakan secara maksimal bagi masyarakat yang terdampak.
“Lokasi genangan yang kita pantau dari udara tadi khususnya wilayah Putussibau Utara dan Putussibau Selatan. Namun kebanyakan di pesisir Sungai Kapuas di situ kita akan melihat secara detail, real mana masyarakat yang terdampak kita memberikan bantuan sosial,” bebernya.
Hal senada dikatakan Kepala Balai Besar TNBKDS Ir. Arief Mahmud, M.Si Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum secara konsisten mendukung kegiatan Terkait dengan kebencanaan.
“Kebetulan kita memiliki fasilitas pesawat ultralight guna pemantuan udara sehingga adanya pesawat ini kita bisa mengetahui secara riel pasti dan lebih cepat dimana lokasi banjir sehingga distribusi bantuan dan informasi segera disampaikan,” kata Arief kepada wartawan.
Ia berharap, dengan keadaan pemantauan dari udara ini bisa melakukan distribusi yang cepat dan tepat sasaran tanpa ragu.
“Karena pemantauan ini segera dilakukan sebagai bagian dari sistem pengendalian bencana merupakan hal yang terus dilakukan sehingga kami berkoordinasi para pihak di Kabupaten Kapuas Hulu untuk terus berkontribusi bagi kabupaten Kapuas Hulu,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan mengatakan yang pertama pihaknya harus menghimpun data terkait dengan korban terdampak banjir, data tersebut sangat dibutuhkan untuk menyampaikan atau menyalurkan bantuan tersebut.
“Kita harapkan nanti data-data tersebut kita input sekaligus meninjau langsung lokasi penanganan mulai dari pra siaga, siap siaga sebelum terjadi dan pasca terjadi banjir,” ucapnya.
Lanjutnya, pihaknya akan mempersiapkan posko di BPBD apabila masyarakat membutuhkan posko.














