MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Suasana hikmat mewarnai gedung serbaguna Kampus Universitas Kader Bangsa (UKB), Jalan SH Wardoyo, Kelurahan 7 Ulu Palembang, Sabtu (29/11/2025).
Sedikitnya 464 mahasiswa UKB dari semua fakultas dan prodi angkatan tahun 2025/2026 Yudisium, yang dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan dan Kesehatan Kader Bangsa, Dr Hj Irzanita, SH., SE., SKM., MM, M. Kes.
Acara tersebut juga dihadiri Kepala LLDIKTI wilayah II, Prof Ihsaq Iskandar, Ketua PAFI Sumsel, diwakili Hj Lusy Welyana, Ketua PARI Sumsel, Tri Hastuti Sulistyo, Ketua IBI Provinsi Sumsel, diwakili Hj Nurachmi, Ketua IBI Kota Palembang, Yuli Bahria, Ketua Patelki Sumsel, Muhammada Tarmizi, Rohaniawan Islam, H. Asep Saeppuddin, Rohaniawan Hindu, I Wayan Sumitra, Rohaniawan Kristen, Bagus Ade Dinata Panjaitan.
Rektor UKB Palembang, Dr. dr. Fika Minata Wathan, M.Kes menjelaskan, jangan merasa diri tidak pintar, hanya karena IPK tidak tinggi, sebab kecerdasan bukan diukur dari segi akademik saja, tapi juga dilihat dari berbagai bidang, seperti musik, olahraga, komunikasi dsbnya.
“Jangan pernah merasa gagal dalam hidup, karena Tuhan tidak pernah menciptakan manusia tanpa alasan. Tidak ada hidup yang sia-sia. Jangan pernah merasa gagal, teruslah berusaha. Kesuksesan itu bukan perlombaan siapa duluan, tetapi siapa yang tetap berjalan,” paparnya dalam kata sambutan.
Dijelaskan Fika, karakter kuat dibentuk dari proses, bukan teori.
“Selama proses perkuliahan kita tidak hanya belajar teori. Secara tidak sadar kita tidak hanya mengembangkan kemampuan hard skill tetapi juga soft skill. Skill itulah yang nantinya akan kita butuhkan untuk dunia kerja maupun menghadapi dunia yang keras ini,” terangnya.
Fika menambahkan, beradaptasilah dengan dunia yang terus berubah.
“Kita semua sedang hidup di zaman yang bergerak sangat cepat. AI sudah masuk ke setiap aspek kehidupan mulai dari pekerjaan administrasi sampai kreativitas. AI bisa membantu, tetapi kitalah yang harus tetap memegang kemudi. Jangan dibalik, jangan sampai manusia dikendalikan teknologi. Jadi, tetaplah menjaga nama baik almamater Universitas Kader Bangsa dimanapun kalian berada. Nama besar UKB tidak dibangun hanya dari gedung megah atau akreditasi, tetapi dari bagaimana alumninya mencerminkan nilai-nilai Kader Bangsa,” tukasnya.














