NUSANTARA

52 Stand Ikuti PEDA KTNA ke-IV Sumut Tahun 2019 di Sergai

×

52 Stand Ikuti PEDA KTNA ke-IV Sumut Tahun 2019 di Sergai

Sebarkan artikel ini

Reporter : M Sidik

SERGAI, SUMATERA UTARA, Mattanews.co – Bupati Kabupaten Sergai mengucapkan terimakasih kepada Gubernur H.Edy Ramayadi telah mempercayai Kabupaten Sergai menjadi tuan rumah pada Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) ke-IV Provinsi Sumatera Utara (Prov Sumut) tahun 2019.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sergai Ir H Soekirman didampingi Wabup H Darma Wijaya pada saat pembukaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan PEDA KTNA ke-IV Prov Sumut tahun 2019 dilapangan Desa Melati II Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, Selasa (16/07/2019).

Acara turut dihadiri Gubsu Letjen (Purn) H. Edy Rahmayadi, Kepala BP2SDMP Kementerian Pertanian RI Ir Sumardi, Ketua KTNA Pusat Ir. Winarno Tohir, para Bupati/Walikota se Sumut, Forkopimda Sumut dan daerah, Sekdakab Drs Hadi Winarno, MM, Ketua TP PKK Provsu Ny Nawal Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Sergai Hj Marliah Soekirman, Ketua GOPTKI Hj Rosmaida Darma Wijaya, Ketua DWP, Hj Khairani Hadi Winarno, Kepala OPD, Ketua KTNA Prov Sumut, Ketua KTNA Sergai H. Usman Effendi Sitorus, S.Ag, BUMN, swasta/stakeholder, Camat, Kepala Desa, Pimpinan Parpol, Ormas/OKP, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama, hingga peserta KTNA se-Sumut.

Dalam sambutannya, Bupati Sergai Ir H Soekirman mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur Sumut, para Bupati/Walikota, serta para peserta yang hadir dan menginap di Kabupaten Sergai sebagai daerah pertanian, wisata dan kebudayaan ini.

“Kegiatan ini benar-benar bisa kita jadikan andalan mengikuti Pekan Nasional (PENAS) nantinya. Sebanyak 52 stand baik pemerintah, swasta maupun kelompok tani yang turut andil dalam perhelatan akbar tersebut,” kata Bupati.

Beliau juga mengemukakan bahwa Desa Melati II ini, sejak lama dikenal sebagai desa pertanian. Pada tahun 1981 lalu ditempat ini Provinsi Sumut menggelar Hari Krida Pertanian sebagai cikal bakal pelaksanaan PEDA KTNA hari ini.

Kemudian tak lupa juga Bupati Soekirman mengajak seluruh yang hadir untuk melihat potensi Sergai melalui jargon PATAYA (Pertanian, Pariwisata, dan Budaya). Buah, hasil pertanian, ikan semua ada disini, serta pariwisata andalan seperti pantai dan arung jeram,” ungkapnya.

Sementara terkait budaya lanjut Bupati, saat ini Kabupaten Sergai Tanah Bertuah Negeri Beradat tengah menggalakkan budaya bersih melalui program Gerakan Masyarakat Membuat Lobang Sampah Sendiri (GEMA LOSARI) serta untuk pelajar saat ini ada program Gerakan Pelajar Peduli Sampah (Gerappah)

“Petani kita saat ini posisi tawarnya sedang lemah, sebab saat membeli bahan baku mahal, namun saat akan menjual hasil pertanian dihargai dengan murah,” tambahnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, semua harus novatif seperti menciptakan produk organik yang bebas dari bahan kimia. Namun kita terkendala proses sertifikasi yang wajib dilaksanakan untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat akan mutu tanaman organik tersebut.

Bupati juga berharap kepada Gubernur Sumut agar nantinya dibangun badan sertifikasi tanaman organik di Sumut untuk mengurangi pengeluaran petani mendapatkan sertifikat tanaman pangan. ” Agar petani kita dapat bersaing dalam kancah internasional melalui pasar bebas yang telah berlaku sekarang,” pungkasnya.

Editor : Anang