BERITA TERKINI

Alasan Untuk Study Banding, Oknum Anggota DPRD Ciamis Meminta Sejumlah Uang ke Puskesmas

×

Alasan Untuk Study Banding, Oknum Anggota DPRD Ciamis Meminta Sejumlah Uang ke Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Bangunan puskesmas di Ciamis.
Bangunan puskesmas di Ciamis.

MATTANEWS.CO, KABUPATEN CIAMIS – Oknum Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Berinisial AR diduga meminta sejumlah uang kepada salah satu puskesmas di Kabupaten Ciamis. Hal tersebut dibenarkan oleh narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya berinisial AS saat dijumpai di kediamannya oleh mattanews.co pada Rabu, (06/01/2021).

AS yang merupakan pegawai Puskesmas membeberkan kronologi awal mula oknum anggota DPRD, AR tersebut menghubungi beliau melalui telpon selular. “AR menelpon saya, awalnya saya tidak menjawab telponnya, namun AR terus-menerus menelpon akhirnya saya angkat. duh ini ketua komisi udah nelponin terus ke saya gimana? buat study banding komisi 4. Nah akhirnya saya koordinasi dengan kepala puskesmas dan kepala puskesmas memberikan sejumlah uang menitipkan ke saya untuk diberikan kepada AR,” ungkap AS kepada mattanews.co.

“Esoknya saya menghubungi AR)melalui telpon selular dan saya bertemu depan Gor Futsal GR Ciamis memberikan uang yang dimintai olehnya bersama rekan saya.selang beberapa waktu saya dipindahkan dari Puskesmas berdinas di RSUD Kawali begitupun juga dengan Kepala Puskesmas dipindahkan sebagai Direktur RSUD Kawali. Yang saya alami sendiri AR meminta sejumlah uang kepada Puskesmas melalui saya sebanyak 3 kali dengan nilai yang varian namun seringnya sebesar Rp1 juta,  sampai di akhir 2020, dia menghubungi saya kembali dan meminta sejumlah uang dengan alasan untuk rekonsiliasi Covid-19 atas perintah Ketua Komisi 4 namun saya tidak merespon karena saya sudah tidak berdinas di Puskesmas Rancah. Akan tetapi beliau menghubungi Supir Ambulan berinisial Y dan sepengetahuan saya sopir ambulan Y memberikan uang lagi sebesar Rp1 juta kepada AR ditempat pemancingan nya di Cibatu,” jelasnya.

AS juga mengaku pernah menanyakan kepada Ketua Komisi terkait hal tersebut jawabannya cukup mengejutkan, bahwa Ketua Komisi tidak pernah menyuruh atau mengamanatkan meminta sejumlah uang apalagi untuk studi banding ataupun rekonsiliasi.

“Harapan saya seharusnya AR merupakan figure yang seharusnya menjadi contoh yang baik, apalagi merupakan wakil rakyat. Semoga untuk kedepannya tidak terjadi hal seperti ini sangat amat disayangkan yang seharusnya memberikan image sosok yang patut diteladani faktanya malah berbalik,” harapnya.

Dikonfirmasi di rumahnya Oknum Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, AR, pada Jumat sore (08/01/2021) mengatakan bahwa ada sebab ada akibat. Hal tersebut dilakukan karena pada waktu itu pihak puskesmas kurang merespon saat melayani pasien yang merupakan satu alamat dengannya.

“Saya jengkel karena pihak puskesmas khususnya beliau (tidak disebutkan namanya) kurang merespon saat saya hubungi untuk melayani pasien yang berasal dari kampung saya pada saat itu, berbeda dengan dulu saat Kepala Puskesmas nya yang dulu bila dihubungi tidak pernah sulit,apalagi ini untuk pasien seharusnya puskesmas memberikan pelayanan yang baik,beruntung tidak saya laporkan ke BKPSDM, jadi intinya ada sebab ada akibat,” kata AR kepada mattanews.co.

Ditempat lain Ketua Komisi D atau Komisi 4 Kabupaten Ciamis, Syarif Sutiarsa saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp menjelaskan pihaknya masih mencari kebenarannya. “AR ini membingungkan, dalam rapat dinas bersama para kepala puskesmas di tegaskan, bahkan kalau ada tamu datang tanpa surat rekomendasi dari DPRD atau dari Pimpinan atau Ketua Komisi jangan dianggap itu tamu dinas, apalagi membawa nama komisi D,” jelasnya.

Ditempat lain ada Puskesmas Rajadesa juga dimintai sejumlah uang melalui pesan whatsapp. “Saya dihubungi juga melalui WhatsApp dengan alasan untuk sidak juga akan tetapi tidak saya respon,” tuturnya H, Kepala Puskesmas Rajadesa.

Staf Tata Usaha Puskesmas Rancah, berinisial I, juga membenarkan hal tersebut. “Saya jelasnya kurang tau, tetapi saya sangat menyayangkan terjadinya hal tersebut, saya berharap semoga kedepannya tidak terjadi hal seperti itu,” harapnya.