[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, JAKARTA– Beredar sebuah narasi seolah-olah pesan tersebut resmi berasal dari tim Facebook tentang pemblokiran akun. Dalam pesan tersebut juga mencantumkan link untuk verifikasi pembatalan pemblokiran. Diposting oleh Akun Facebook bernama Peringatan Pemblokiran, seolah-olah akun tersebut utusan resmi Facebook.
Berikut isi narasi dari akun Peringatan Pemblokiran yang mengatasnamakan Tim Pemblokiran Resmi Facebook:
“TIM PEMBLOKIRAN FACEBOOK
M-UTUSAN RESMI FACEBOOK
Dengan Adanya Laporan Dari Pengguna Lain :
FACEBOOK Anda Memiliki Konten Yang Tidak Pantas Dan Berkata Kasar , ( Sara , Penghinaan Dan Pelecehan Nama Baik )
Apabila Anda Merasa Tuduhan Ini Adalah Salah Dan Tidak Benar
Silahkan !
Konfirmasi FACEBOOK Anda Untuk Melakukan Pembatalan Pemblokiran Dan Untuk Menunjukan Bahwa Anda Benar Benar Pemilik Asli FACEBOOK Tersebut :
Cara / Langkah Untuk Membatalkannya Pemblokiran FACEBOOK Anda :
Silahkan Klik Tautan / FACEBOOK Dan Lengkapi Data Data Anda Dengan Benar Di Bawah Ini !
[s[dot]id/VerifikasiPembatalanPemblokiran]
Apabila Tidak Membatalkan Pemblokiran FACEBOOK Anda . FACEBOOK Anda Akan Di Non Aktifkan Tanpa Pemberitahuan Lagi!!.
FACEBOOK????SECURITY 2020”.
Faktanya, Berdasarkan penelusuran Mattanews.co, Sabtu (20/2/2021) dikutip dari turnbackhoax.id, Informasi tersebut palsu. Pesan tersebut hanya narasi buatan yang diduga melakukan penipuan dengan menyebar link phising. Ketika di klik, pengguna akan diarahkan untuk melakukan login dengan memasukan email dan password FB. Jika diteliti, tautan bukan berasal dari domain resmi Facebook. Tautan resmi Facebook adalah www.facebook.com, selain dari itu perlu diwaspadai.
Melalui laman bantuan Facebook, didapatkan informasi jika akun dinonaktifkan (blokir), pengguna tidak akan bisa login (otomatis logout). Pengguna akan melihat pesan yang mengatakan bahwa akun tersebut dinonaktifkan saat mencoba login. Akun dinonaktifkan karena beberapa alasan, seperti melanggar standar komunitas Facebook. Jika pengguna merasa ada kesalahan dalam pemblokiran, maka pengguna dapat mengajukan peninjauan ulang melalui formulir yang disediakan. Dalam isi formulir resmi, Facebook hanya akan meminta alamat email atau nomor telepon serta nama lengkap yang tercantum di akun terkait.
“Facebook tidak meminta kata sandi sebagai upaya untuk melakukan login seperti yang terdapat dalam tautan sumber. Dari penelusuran di atas, pesan tersebut masuk kategori Konten Palsu,” dilansir turnbackhoax.id, Sabtu (20/2/2021).
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa narasi yang seolah-olah pesan resmi dari tim Facebook tentang pemblokiran akun adalah tidak benar atau Hoax.
Informasi ini jenis kategori Fabricated Conten atau konten palsu. Konten jenis ini dibuat untuk menyebarkan Phising dan melakukan penipuan.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.














