MATTANEWS.CO,PALEMBANG – Berdasarkan surat menteri koordinator bidang perekonomian RI Deputi Bidang Makro dan Keuangan, Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) menggelar Sosialisasi Kriteria Evaluasi Kinerja TPID Tahun 2020 (Award 2021).
Sosialisasi tersebut, digelar secara virtual, dan diikuti oleh 600 lebih instansi bidang perekonomian seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia. Kamis (4/3/2021).
Deputi Bidang Ekonomi dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengatakan, evaluasi tersebut adalah agenda rutin setiap tahun. Dan tujuannya adalah melihat efektifitas kegiatan dan program di daerah dalam pengendalian inflasi.
“Inflasi memegang peran penting di dalam perekonomian,” tegas Iskandar.
Menurutnya, untuk menjaga inflasi pada tahun 2021, tentu dengan menjalani strategi yang selama ini sudah dilakukan dan akan ditingkatkan lagi. Seperti, Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Kominkasi yang efektif, atau yang disebut 4K.
Iskandar juga menjelaskan, terdapat lima strategi menjaga inflasi pada 2021 ini. Yakni menjaga VF dalam kisaran 3,0 persen hingga 5,0 persen. Memperkuat koordinasi pemerintahan pusat dan daerah.
Memperkuat sinegi antar kementerian atau lembaga dengan dukungan Pemerintah Daerah. Memperkuat ketahanan pangan dan antisipasi dampak banjir, serta menjaga cadangan beras pemerintah.
Tantangan di era pandemi ini, dikatakan Iskandar memang sangat besar. Sehingga, prioritas yang utama adalah bagaimana di saat bersamaan pemerintah bisa mengendalikan harga dan mendorong daya beli masyarakat.
“Berdasar hal itu, maka pada triwulan ini pemerintah mengeluarkan kebijakan pengurangan ataupun keringanan PPnBM dan KPR 0 persen. Diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Jendral Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Hari Nurcahya Murni menyampaikan, bahwa evaluasi kinerja TPID merupakan suatu upaya besar. Untuk mendorong partisipasi pemerintah dalam pengendalian inflasi di daerah.
“Di tahun 2020 banyak sekali tantangan dalam mengolah perekonomian nasional karena adanya Pandemi Covid-19,” jelasnya.
Beliau berharap dengan vaksinasi di tahun 2021, dapat menambah keyakinan bahwa ruang gerak relatif lebih baik lagi.
“Sehingga TPID dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan perekonomian nasional,” ujar Hari.
Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Moneter dan Keuangan Bappenas, Asri dan Direktur Singkronis III Kementerian dalam Negeri, Budiono sebagai Tim penilai dari Pusat yang akan memantau Evaluasi Kinerja TPID.
Aspek Penilaian dalam Evaluasi Kinerja TPID
Untuk diketahui, penilaian dalam Evaluasi Kinerja TPID ada tiga yaitu Aspek Proses, Aspek Output, dan Aspek Outcome.
Aspek proses, mencerminkan langkah/upaya yang dilakukan TPID dalam pengendalian inflasi. TPID diharapkan dapat meningkatan kuntitas dan kualitas kegiatan/pelaksanaan kebijakan pengendalian inflasi.
Aspek output, merupakan pelaksanaan program unggulan TPID dalam rangka pengendalian inflasi. TPID diharapkan dapat berinovasi dalam menjalankan program pengendalian inflasi, serta dapat menyelesakan permasalahan yang lebih structural.
Dan Aspek Outcome, mencerminkan realisasi daerah, TPID diharapkan dapat membawa level inflasinya semakin meningkat setiap tahunnya, dan dapat menjaga stabilitas harga dilihat dari inflasi bulanannya.














