BERITA TERKININUSANTARA

Mando Mote: Bangun Kemandirian Ekonomi di Papua dengan Pengelolaan Dana Desa ke Sektor Agribisnis P5

×

Mando Mote: Bangun Kemandirian Ekonomi di Papua dengan Pengelolaan Dana Desa ke Sektor Agribisnis P5

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, DEIYAI/PAPUA – Dalam rangka mendukung pertumbuhan dan pengembangan ekonomi lokal di wilayah Meepago Papua, diperlukan pengelolaan dana desa dari sektor Agribisnis.

Hal tersebut dilakukan demi kemandirian ekonomi kemasyarakatan di Meepago, Papua.

Hal itu dikemukakan oleh salah seorang intelektual muda Meepago, Mando Mote S.IP.

Mando Mote mengatakan hal itu kepada penguna dan pengelola dana desa agar pengelolaan dananya dapat difokuskan untuk pembangunan agribisnis di tiap kampung, Rabu (10/3/2021).

Ia menjelaskan pengelolaan dana agribisnis yang dimaksudkan adalah pengelolaan dana desa yang berbasis pertanian.

“Yang menjadi sasaran objek agribisnis dapat berupa pertanian, peternakan, perkebunan serta pengembangan kegiatan bubidaya lainnya,” ujarnya.

Pengelolaan dana desa itu dapat diarahkan pada budidaya berbasis potensi unggulan yang menjadi masalah saat ini.

“Tidak bisa kita pungkiri, bahwa selama ini kita amati di beberapa kabupaten di Meepago yakni, Paniai, Deiyai, Dogiyai selalu terjadi pengiriman sayur sayuran, buah buahan, serta ikan dan daging secara besar-besaran dari Nabire,” ucapnya.

Ia menjelaskan pelaku usahanya merupakan orang di luar Papua. Kondisi itu merupakan tantangan persaingan ekonomi mikro di tanah Papua

“Kita menunggu respon positif dari penjabat daerah,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, ruang ekonomi di Papua tidak boleh dikosongkan, tetapi harus diisi dengan gerakan dorongan pengembangan agribisnis.

“Agribisnis dari sektor P5, yaitu pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, perekonomian dan perindustrin yang melekat berguna untuk masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut alumni IPDN angkatan XX itu, selain dorongan dari Pemerintah Daerah, tentu harus ada inisiatif dari kaum pelajar untuk mendorong membangun sumber sentral ekonomi.

“Diskusi tokoh masyarakat di setiap kampung juga sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini,” ucapnya.

Saat ini warga Papua khususnya di Meepago sedang menghadapi tantangan besar lainnya.

“Penguasaan ekonomi mirko di tiap kabupaten oleh non- Papua masih menjadi tantangan besar saat ini,” tegasnya.