BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Bela Anak, Ismail Dibacok Parang Hingga Tangan Kanan Nyaris Putus

×

Bela Anak, Ismail Dibacok Parang Hingga Tangan Kanan Nyaris Putus

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Tempat persembunyian Rangga Saputra (29), usai membacok korban Muhammad Ismail (51), di Jalan Lettu Karim Kadir depan Perumahan Jasamusi Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang, Minggu (28/2/2021) pukul 20.30 WIB, berhasil diketahui polisi. Dibawah pimpinan AKP Robert Perdamaian Sihombing, Kanit Pidana Umum (Pidum) dan Tekab 134 Polrestabes Palembang langsung menggerbek lokasi tersebut, yang tidak lain tempat temannya. Tersangka ini tidak dapat mengelak dan langsung dibawa ke Polrestabes Palembang, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Minggu (14/3/2021).

Peristiwa yang nyaris merenggut kedua tangan korban ini berawal, saat anak korban, DK bertengkar dengan tersangka di depan warung Rifin, Jalan Lettu Karim Kadir depan Perumahan Jasamusi Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang, Minggu (28/2/2021) pukul 20.30 WIB. Lalu, korban mendatangi Rifin, pemilik warung dan memukulnya dengan tangan kosong. Melihat pemukulan itu, tersangka yang posisinya tidak jauh dari warung, mengejar korban sembari membawa sebilah parang ke tengah lapangan. Ketika mendapati korban, tersangka langsung mengayunkan parang tersebut ke arah tangan.

“Awalnya, anak korban, DK datang ke warung hendak membeli gas. Karena dia salah orang, bukan saya yang jualan, jadi saya sarankan untuk langsung ke pemilik warung. Dia tidak senang, dia bilang saya ngomongnya keras. Lalu, kami bertengkar, bahkan bergulat tangan kosong. Melihat kami bertengkar, warga yang melihat melerai kami. Lalu, dia pulang dan sayapun pulang. Tidak lama kemudian, saya datang lagi membawa parang dan ternyata ayah DK datang menemui Rifin, ” jelas tersangka, saat diinterogasi petugas.

Ketika korban datang ke warung Rifin, korban memukul dan memarahi pemilik warung itu.

“Saya lihat korban memukul Rifin, lalu saya mendatanginya dengan membawa parang. Korban sempat berlari kelapangan, namun saya kejar dan menebaskan parang ke arah tangannya. Setelah itu, saya berlari. Namun, tidak disangka banyak orang lain juga mengejar korban, saya tidak tahu maksudnya apa. Karena saya setelah membacok satu kali, langsung melarikan diri,” tambah tersangka, sembari mengatakan dirinya tidak mengenal korban.

Disinggung siapa saja yang ada dilokasi kejadian pada malam itu, tersangka mengaku hanya ada dirinya dan Zl.

“Yang saya tahu, saya. Zl tidak tahu kenapa ikutan mengeroyok korban, sedangkan Ys, datang setelah keributan. Malam itu, memang banyak yang mengejar korban,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat didampingi Kanit Pidum, AKP Robert Perdamaian Sihombing, membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka kasus pengeroyokan.

“Tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik. Kami akan memburu pelaku lainnya, guna mengetahui motif kejadian ini,” ungkap Kasat.