[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, BLITAR – Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Jawa Timur (Jatim), mengalami banjir yang tidak biasanya sejak 2016 lalu.
Bahkan akibatnya dua jembatan penghubung antar dusun di desa ini, putus pada November 2020.
Warga harus memutar lebih jauh untuk kegiatan perekonomiannya.
Untuk mencari solusi penyebab banjir ini, Komisi III DPRD Kabupaten Blitar menggelar dengar pendapat (hearing) dengan warga Desa Ngaringan, di Ruang Kerja DPRD Kabupaten Blitar, Senin (15/3/2021).
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Panoto yang mendengarkan keluh kesah warga Desa Ngaringan ini, akan memanggil pihak PT NSA dan PG Ngadirejo.
Adanya perubahan tanaman keras ke tanaman musiman, ditengarai sebagai penyebab banjir bandang di Desa Ngaringan.
“Sebenarnya sudah ada solusi, namun kita ingin mendengarkan secara detail,” ungkap Panoto usai hearing.
Panoto meminta, persoalan banjir yang kerap menerjang Desa Ngaringan sejak 2016 ini segera berakhir.
Apalagi saat ini cuaca tidak dapat diprediksi. Ia mengkhawatirkan jika tidak segera diselesaikan, maka banjir bandang dapat mengancam warga Desa Ngaringan.
Kepala Desa Ngaringan Agus Tridjajanto memperkirakan, banjir bandang ini akibat perubahan lahan di perkebunan PG Ngadirejo atau PTPN X.
Sebelumnya, perkebunan ini ditanami tanaman keras, seperti Kopi, Karet, dan cengkeh.
Saat ini tanaman yang ada di perkebunan Ngadirejo berupa tebu. Perubahan tanaman ini diyakini, tidak dapat menahan debit air saat curah hujan tinggi, sehingga banjir bandang menerjang Desa Ngaringan.
Lokasi perkebunan yang di atas Desa Ngaringan, membuat air dengan cepat turun menerjang desa.
Tidak hanya Perkebunan Ngadirejo, secara geografis di atas Desa Ngaringan juga ada lahan tanaman pisang milik PT NSA.
Sejak ada tanaman pisang pada 2015 lalu, Desa Ngaringan kerap diterjang banjir.
“Aliran airnya disertai lumpur, sehingga kami menduga dari wilayah perkebunan,” ungkap Agus.
Saat ini sudah ada upaya dari pihak PT NSA untuk membangun gorong-gorong, sebagai upaya dari pihak perkebunan.
PTPN X membangun gorong-gorong di Dusun Bintang, Desa Ngaringan sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) PTPN X. (ADV)














