BERITA TERKINI

Kadisdik Ciamis: Pengajar Harus Lebih Kreatif

×

Kadisdik Ciamis: Pengajar Harus Lebih Kreatif

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Rini kusrini, orang tua Kirana Maharani murid SDN 1 Sindangkasih kelas 1, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar) yang sebelumnya khawatir anaknya akan mulai masuk sekolah, kini ia bisa bernafas lega.

Pasalnya, uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan berlangsung selama dua Minggu, terhitung dari Hari Senin, tanggal 19 April sampai 8 Mei 2021 di Kabupaten Ciamis, itu hanya kelas 5 SD sampai SMA.

Rini yang sudah sempat mempersiapkan segala kebutuhan anaknya, ia pun kembali merapihkan alat tulis, tas dan botol minum yang sebelumnya telah dipersiapkan.

Untuk kekhawatiran orang tua, saat anak-anaknya kembali masuk sekolah untuk PTM, Asep Epul selaku Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, menjelaskan bahwa itu hal yang wajar.

“Tetapi pemerintah telah memberikan opsi,” ujar Asep Epul, Kamis (22/4/2021).

Di saat khawatir anaknya terpapar covid-19, tidak harus dipaksakan masuk sekolah. Karena Sekolah akan memberikan layanan secara Daring atau berkunjung ke rumah.

Orang tua tidak perlu bingung, jangan berikan izin anaknya mengikuti PTM, untuk menjaga kekhawatiran di saat ikut proses PTM anaknya terpapar Covid, pasti akan menjadi suatu hal yang tidak bagus.

“Lebih baik pastikan, mau diikut sertakan atau tidak. Pemerintah tidak akan memaksakan anaknya harus tetap mengikuti PTM. Bagi orang tua yang tidak siap anaknya mengikuti Tatap Muka, ya dipersilahkan. Makanya ada penandatanganan surat pernyataan dari orang tua, mengijinkan atau tidak,” ucapnya.

Bagi orang tua yang akan mengizinkan, maka tanda tangan ditentukan di sekolah sebagai bukti bahwa orang tuanya sudah ikhlas memperbolehkan anaknya mengikuti PTM.

“Setelah selesai uji coba Pembelajaran Tatap Muka selama 2 minggu, maka kita evaluasi dan kata Bupati jika PTM nya tidak ada masalah dan kalau hasil evaluasinya baik, setelah hari raya kita akan lanjut dari kelas 1,2,3 SD sampai seterusnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kondisi PTM ini jika terlalu lama belajar akan membuat anak-anak jenuh, karena yang tadinya bebas bermain gadget sekarang harus duduk kembali di bangku sekolah.

“Jika gurunya kreatif maka akan jadi bagus, misalkan menjelaskan materi seperti Fisika tentang Tata Surya, muridnya dibawa keluar untuk memperlihatkan Matahari dengan peregangan. Setelah 5 menit, kemudian masuk ke kelas lagi,” pungkasnya.