MATTANEWS.CO, CIAMIS – Program Bantuan Sosial Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Sembako 2021 di Kabupaten Ciamis, tepatnya di Kecamatan Lumbung mulai Bulan Mei akan memberdayakan komoditi Beras lokal. Hal tersebut disampaikan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Lumbung Wawan Riesnawan, A.Md., melalui telpon selular pada Senin malam, (3/5/2021).
“Dengan total keseluruhan 14 E-Warong Penyalur BPNT Sembako di Kecamatan Lumbung yang sudah sepakat untuk memasok komoditi Beras lokal berikut jenis komoditi lain alhamdulillah baru sudah 12 E-Warong.saya sendiri sebagai TKSK wajib mendorong pelaksanaan program BPNT sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum),” ujar Wawan kepada kepada Jurnalis mattanews.co.
Sesuai amanat Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, H Tatang selaku Ketua Tim Koordinasi (Tikor) Kabupaten Ciamis pada rapat koordinasi seluruh TKSK se-kabupaten Ciamis yang dilaksanakan pada Sabtu,(24/4/2021) lalu bertempat di Aula Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, untuk menyelesaikan segala persoalan permasalahan terkait bpnt sembako dilapangan cukup dengan satu pedoman yaitu Pedoman Umum (Pedum), maka dari itu saya siap dengan segala sesuatu resiko yang jelas kualitas yang diutamakan juga pemberdayaan lokal Kecamatan Lumbung dari pengusaha beras, penggilingan padi/beras di desa-desa dapat terberdayakan dan perekonomian putra daerah pun bisa meningkat,” Tegasnya.
Selain itu, Wawan menambahkan dengan memberdayakan lokal putra daerah ini banyak sekali hal positif, tentunya atas permintaan dan juga keluhan juga dari KPM selama ini di Kecamatan Lumbung seperti keluhan ada beras berkutu, berasnya kurang enak dimakan, telur dan buah yang busuk, dan banyak lainnya. Masalah tersebut kan terjadi bisa dikatakan karena panjangnya rantai distribusi.
Maka dari kalau pihaknya mengambil beras dari lokal putra daerah, misalkan kita ambil contoh salah satu E-warong dikirim berasnya dari pabrik/penggilingan beras yang hanya beberapa meter jaraknya dengan letak E-waroeng berarti kan tidak perlu memakai truk. “Dengan hal tersebut bisa memutus proses rantai distribusi, banyak sekali manfaat dan hal positif pastinya bila dibandingkan dengan sebelum memasok komoditi beras dari luar atau dari Pengusaha/Suplier luar daerah Kecamatan Lumbung kualitas pun baik, perekonomian lokal juga menambah intinya sesuai mekanisme yang tertera di Pedoman Umum BPNT Sembako 2021,” jelasnya.
Dihari yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Ciamis Ilmayasa ketika dipintai tanggapan terkait Pemberdayaan lokal di kecamatan Lumbung menjelaskan E-Warong dapat membeli pasokan bahan pangan dari berbagai sumber dengan memperhatikan tersedianya pasokan bahan pangan bagi KPM secara berkelanjutan serta pada kualitas dan harga yang kompetitif bagi KPM.
“Dipedum pada BAB 3 Mekanisme Pelaksanaan, 3.1.4. Penyiapan E-Warong, menyatakan kriteria e-warong diantaranya huruf d dapat memiliki pemasok yg memenuhi kriteria sebagai berikut,dapat diandalkan utk menyediakan produk bahan pangan yg secara konsisten berkualitas dgn harga yg kompetitif kepada e-warong,dapat memastikan ketersediaan bahan pangan secara berkelanjutan kepada e-warong bahasa di Pedoman Umum (Pedum) dapat, dalam penyedia komoditas e-warong dapat melalui pemasok atau belanja langsung,” singkatnya melalui pesan whatsapp kepada jurnalis mattanews.co pada Senin, (3/4/2021).
Ada Oknum Kepala Desa Ingin Memberhentikan TKSK Karena Alasnya Dalam Program BPNT Terganggu
Walaupun tantangan cukup ekstrim pasti akan banyak sekali pihak-pihak yang akan mencekal seperti yang terjadi beberapa waktu lalu sampai sekarang yang Wawan alami ada oknum Kepala Desa terganggu dimana biasanya dari Oktober-April memasok beras kurang lebih 15 ton untuk 4 agen. Di Lumbungsari ada jumlah 800 KPM di Rawa ada 248 artinya 1000 lebih KPM bila dikalikan 12 kg bisa dibayangkan berapa ton setiap penyaluran.
“Mereka ini membuat suatu gerakan untuk memberhentikan saya dengan alasan kinerja buruk, persoalannya itu kinerja buruk seperti apa? Alasannya apa, sedangkan mereka mereka ini 6 kepala desa yang baru dilantik, dasarnya apa mereka bisa menjustifikasi bahwa saya selaku tksk kinerjanya buruk, faktanya kan data BPNT sedang dievalusi,itu akang juga mungkin tau ada validasi data beberapa KPM , akan tetapi Alhamdulillah lumbung itu selalu beres penyaluran paling terdepan paling cepat artinya kan jelas itu sebuah prestasi,” kata Wawan Riesnawan.
“Lucu sekali kan saya disini melaksanakan sesuai Pedoman Umum memberdayakan Lokal mereka malah membuat suatu gerakan untuk memberhentikan saya, saya bekerja sesuai tufoksi KPM dan E-warong tidak dirugikan penyaluran lancar itu merupakan suatu prestasi untuk diri saya sendiri bagaimanapun itu yang ingin meruntuhkan silahkan saja saya selalu berfikir positif atas apa yang terjadi, saya yakin Dinas Sosial pun pasti mendukung dan semoga kecamatan lain bisa mengikuti,” harapnya.















