MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Adanya surat edaran dari pemerintah pusat bahwa mudik dilarang dan himbauan Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo untuk tidak melakukan ajangsana dalam Lebaran Idul Fitri 1442 H ini berimbas pada penyedia jasa tukar uang menjadi resah karena omset mengalami penurunan.
Hal ini, dikatakan oleh Yulaidah (50) yang biasa mangkal di kawasan Golden Swalayan jalan Ahmad Yani Kabupaten Tulungagung, Minggu (9/5/2021).
“Rasanya ingin menangis mas (Mattanews.co red.) sekarang sangat sepi. Adanya peraturan pemerintah mudik dilarang, terlebih sudah adanya himbauan Bupati Tulungagung tersebut omset turun drastis,” kata Dia saat ditemui biasa mangkal didepan SDN Kampung Dalem 4 sembari memelas.
Menurut wanita yang sudah mempunyai cucu dua orang ini mengaku setiap hari buka setiap pukul 08.00 – 21.00 WIB dan usaha jasa tukar uang ini sudah dijalani hampir 20 tahun.
“Memang benar, sebagai jasa tukar uang sudah dijalani hampir 20 tahun ini. Jasa Usaha ini ditekuni karena memang dapat menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.
“Memang omset tidak menentu setiap tahunnya, tapi ia pernah mengalami saat penjualan ramai untuk omset dalam satu bulan hingga 6 juta rupiah,” sambung wanita beralamat di Kauman Kecamatan Tulungagung kota.
Lebih lanjut Yulaidah menjelaskan bahwa adanya peraturan pemerintah pusat bahwa mudik dilarang dan himbauan Bupati Tulungagung tidak diperbolehkan ajangsana dalam Lebaran diakui sangat mempengaruhi omset penjualannya menurun drastis.
“Kendati demikian, ia menyadari dan tetap mendukung upaya yang dilakukan pemerintah, semua itu untuk memutus persebaran Covid-19,” jelasnya.
“Sebagai wong cilik, hanya berharap semoga pandemi cepat berakhir, kita semua terbebas virus Covid-19. Roda perekonomian kembali normal sehingga dapat menjalankan aktivitas seperti sedia kala,” tukasnya.
Hal senada disampaikan oleh penyedia jasa uang lainnya yang biasa mangkal kawasan jalan Pangeran Antasari, Nurhayati (48) mengatakan bahwa sekarang tidak seperti pada tahun sebelumnya. Sekarang lebih banyak duduk daripada melayani masyarakat yang akan tukar uang.
“Turun drastis untuk omsetnya, tapi mau bagaimana lagi tetap semangat karena ini musiman saja menjelang lebaran,” kata wanita beralamat di jalan MT Haryono Kelurahan Bago Kabupaten Tulungagung dengan nada pasrah,” katanya.














