MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kabupaten Tulungagung selain terkenal dengan keindahan panorama wisata pantai. Kota bertagline marmer ini sangat familiar dengan jamu tradisional.
Jamu merupakan alternatif obat bagi masyarakat Tulungagung karena diyakini berkhasiat dapat menyembuhkan beragam penyakit bahkan memberikan manfaat kesehatan.
Berbicara jamu tradisional, Tulungagung ada sebuah toko jamu tradisional sangat legendaris dan hingga sekarang masih eksis ditengah keberadaan pengobatan sudah modern ini.
Toko Jamu Sentolo berada di kawasan jalan Wage Rudolf Supratman ini begitu legendaris sudah berusia lebih dari 70 tahun masih menjual racikan jamu, rempah-rempah berbahan herbal alami dan obat jamu tradisional.
Hal ini, diungkapkan oleh Sri Purwanti (70) didampingi asisten peracik saat berbincang santai dengan mattanews.co di tokonya, Rabu (26/5/2021) Pagi.
“Iya benar, Toko Jamu Sentolo ini menjual racikan jamu berbahan herbal alami dan rempah-rempah tradisional diyakini dapat untuk mengobati beberapa penyakit,” kata Dia.
“Jadi begini, sudah lebih 70 tahun keberadaannya membuka usaha bahkan sewaktu saya lahir tahun 1951 sudah banyak melayani konsumen setianya,” imbuhnya.
Sri Purwanti mengaku merupakan generasi ke-4 sebagai penerus usaha jual jamu racikan tradisional ini. Sebelum ada pandemi omset lumayan bagus, namun sekarang setiap bulan pendapatan 3 juta sudah bersyukur.
“Untuk omset sekarang berapa itu tetap bersyukur. Karena apa, jamunya diracik sendiri dan diyakini berkhasiat dapat mengobati kencing manis, stroke, asam urat, kanker, tumor bahkan jamu kuat khusus pria dulu sangat laris manis ditoko sini sekarang sudah sepi peminat,” tambah Sri sembari tersenyum.
“Rempah-rempah untuk jamu ini kulakan dari Solo dan Surabaya, sekarang sudah ada langganan setiap habis bisa dikirim,” sambungnya.
Lebih lanjut, nenek Sri menceritakan bahwa keberadaan toko jamunya ini hingga sekarang masih eksis walaupun yang lain sudah banyak yang gulung tikar, terlebih sekarang sedang dilanda Pandemi Covid-19.
“Sekarang itu, orang bilang kalau jamu tradisional itu Sentolo itu sudah dari mulut kemulut, karena apa masyarakat sudah banyak yang membuktikan khasiat racikan jamu tradisional disini,” terangnya.
“Apalagi ditengah pandemi ini konsumen datang mencari sebagai penolak Covid-19 maka ia sarankan semacam empon-empon saat ini banyak dicari pelanggan,” ucapnya bangga.
Tutur Sri masih mengungkapkan bahwa toko jamu Sentolo ini banyak pelanggan didominasi pria saat suaminya dulu masih ada.
“Agus Basuki itu suaminya dulu yang meracik dan diyakini bahwa racikan tradisional untuk jamu kuat pria banyak disukai oleh pelanggan berkhasiat untuk keharmonisan rumah tangga,” ungkapnya.
“Namun begitu, seiring waktu setelah suami nya meninggal jamu kuat pria sudah sepi peminat justru sekarang pelanggan banyak meminati jamu herbal berbahan alami,” sambungnya.
Semoga pandemi Covid-19 cepat berakhir, masih kata Sri lebih dalam berharap kondisi saat ini cepat berlalu agar kita semua terhindar dari wabah virus ini, dapat menjalankan aktivitas seperti kala dan roda perekonomian kembali normal seperti sedia kala.














