Pembudidaya: Sentuhan Dinas Perikanan Kita Harapkan
MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Budidaya ikan koi merupakan salah satu penggerak roda ekonomi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur khususnya dalam sektor perikanan.
Tak berlebihan jika beberapa kota besar di Indonesia untuk kebutuhan ikan koi dipasok dari Tulungagung karena kualitas patut dibanggakan.
Kabupaten Tulungagung merupakan penghasil ikan koi terbesar di dunia menduduki urutan ke-4.
Hal ini, dikatakan oleh Darwanto (41) salah satu pembudidaya ikan koi kepada mattanews.co disela-sela persiapan Tulungagung Festival Koi Show 2021 bertempat di belakang Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Jum’at (28/5/2021) Sore.
“Jadi begini, Tulungagung itu sebagai kota penghasil ikan koi terbesar urutan ke-4 setelah Jepang, Israel dan Kabupaten Blitar,” kata Dia.
Darwanto menambahkan sebagai salah satu sub sektor agribisnis yang dapat menggerakkan roda ekonomi dalam bidang perikanan, sudah sewajarnya menjadi perhatian dari instansi terkait.
“Begini, sebenarnya Tulungagung itu sangat potensi budidaya ikan koi karena sumber daya alam sangat mendukung begitu juga antusias para pembudidaya,” tambah Pria yang sudah 2 kali mengekspor ikan koi ke Negara Sakura ini.
“Benar sekali kedepan adanya campur tangan instansi terkait baik itu berupa pembinaan ataupun memberikan edukasi budidaya ikan koi, pasti kita menggeser dominasi Blitar,” sambung Pria dari komunitas Tulungagung Koi Club sembari tersenyum.
Lebih lanjut, Darwanto menjelaskan bahwa beberapa tahun terakhir ini Tulungagung menjadi sorotan di level Nasional sebagai penghasil ikan koi yang patut diperhitungkan.
“Bagaimana tidak, hingga hari ini sebagai penghasil ikan koi terbanyak berskala Nasional, sedangkan untuk poros timur termasuk didalam itu Blitar dan Kediri sudah menjadi atensi dan suatu hal dibanggakan,” terangnya.
“Kalau boleh jujur, Tulungagung sebenarnya sebagai pemasok terbesar dibeberapa kota besar di Indonesia untuk ikan koi, namun mereka hanya mengenal Blitar karena sebagai kota pertama mengenal ikan asli negeri Sakura ini,” sambungnya dengan nada geram.
Adanya pandemi Covid-19, tutur Darwanto masih melanjutkan bahwa penjualan ikan koi menurun namun harga relatif stabil sedangkan permintaan pasar menurun.
“Namun demikian, komunitas ikan koi masih bersemangat. Buktinya banyak pedagang mencari ikan koi datang ke Tulungagung,” paparnya.
“Buktinya, bersama teman komunitas ikan koi dapat menggelar even Tulungagung Festival Koi 2021 bertempat dibelakang Dinas Perikanan pada Sabtu (29/5),” tukasnya.














