MATTANEWS.CO,PALEMBANG – Pasca audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Forum Kedai dan Cafe Palembang Bersatu (FKPB) melakukan Konferensi Pers, bertempat di History Cafe, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Ketua FKPB, Rudianto Widodo mengatakan, konferensi pers kali ini membahas aksi lanjutan dan menyikapi pernyataan Wali Kota Palembang, Harnojoyo yang dianggap tidak paham dan mengerti aspirasi dari para pelaku kedai dan cafe. FKPB hanya meminta kesama rataan untuk semuanya dibuka, bukan untuk semuanya ditutup.
Dodo sapaan akrabnya menuturkan, bahwa FKPB merasa tidak puas dengan hasil audiensi dengan Pemkot Palembang. Menurutnya, pembatasan operasional hingga pukul 21.00 WIB mematikan usaha para pelaku kedai dan cafe di Kota Palembang.
“Kami merasa tidak puas, sebetulnya tidak ada hasil yang signifikan pada audiensi kemarin, karena keterbatasan waktu. Apa pun alasannya, kami tidak sepakat dengan pembatasan jam operasional,” katanya pada, Selasa (8/6/2021) malam.
Dalam lanjutannya, Dodo menyampaikan, FKPB untuk menuntut Pemkot Palembang menghapus peraturan pembatasan jam operasional kedai dan cafe. Karena dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes) sudah cukup dalam mengatasi kerumunan.
Masih kata Dodo, langkah kedepan dari FKPB adalah menunggu respon baik dari Pemkot Palembang, yang pertama untuk segera mencabut Surat Edaran Wali Kota tentang pembatasan jam operasional pada kedai dan cafe.
“Apabila tidak ada respon dan progres signifikan, maka kami akan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi yaitu menormalisasi pembatasan jam operasional kedai dan cafe,” ucapnya.
Diakhir, Dodo menjelaskan, pada dasarnya FKPB mendukung Pemkot Palembang dalam menjalankan roda perekonomian di Kota Palembang. Selain itu, kedai dan cafe di Kota Palembang siap mengikuti protkes apabila jam operasional tidak diberlakukan kembali.














