MATTANEWS.CO,PALEMBANG -Meskipun berada di Kota Metropolitan, Yayasan Pendidikan (YP) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nurfauzan beralamatkan, Jl. K H Wahid Hasyim, Lorong Bersama, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) terlihat sangat miris.
Kepala Sekolah SMP Nurfauzan, Feriansyah mengatakan sekolah ini didirikan pada tahun 1980 lalu, terdapat 103 siswa yang berasal dari lingkupan sekitar sekolah yang sedang menempuh belajar di SMP ini.
Selain itu, sekolah ini terdapat 4 ruang belajar mengajar, yang sudah tidak nyaman dan layak untuk digunakan dalam proses belajar mengajar diantaranya lantai semen yang telah rusak, plavon ruangan yang banyak lepas, hampir semua jendela tidak ada serta keadaan kursi dan meja belajar tak layak pakai.
“Terakhir ada beberapa bangunan di perbaiki pada tahun 2012 lalu, untuk 4 ruangan yang tidak layak kita lihat tadi, itu masih di pakai dalam proses belajar mengajar,” kata Feri sapaan akrabnya.

Sedangkan, untuk Ruang Kepala Sekolah dan Ruang Guru yang bersampingan, terlihat masih sederhana, hanya ada beberapa kursi yang tak seragam serta meja usang yang tetap di gunakan untuk para pengajar beristirahat dan melakukan rapat.
Tak hanya itu, keadaan perpustakaan yang seadanya, tidak seperti di perpustakaan sekolah lainnya. Terlihat beberapa bagian infrastruktur yang mengalami rusak ringan. “Kalau untuk isi bukunya lengkap, Alhamdulillah semuanya ada,” singkat Feri.
SMP Nurfauzan, juga memiliki Ruang Laboratorium untuk IPA dan Biologi, namun keadaanya masih kosong, tidak ada sama sekali alat laboratorium diruangan ini. Menurut Feri, terakhir SMP Nurfauzan mendapatkan alat laboratorium pada tahun 2003 lalu. Saat ini semua alat tersebut telah rusak dan tidak bisa dipakai lagi.
Selain itu, keadaan 4 toilet yang berukuran sekitar 1 X 2 meter, dalam pantuan Mattanews.co, terlihat beberapa pintu yang sudah rusak, seperti tidak ada pengunci, serta keadaan dalam toilet yang tidak nyaman untuk digunakan.
Dalam meningkatkan jasmani siswa, SMP Nurfauzan memiliki lapangan basket yang sekaligus digunakan sebagai lapangan upacara. Keadaan lapangan yang semennya tekah banyak rusak, tentu membuat kurang nyaman dan bisa menciderai siswa.
Saat diwawancarai Feri berharap, sekolah yang ia pimpin dapat perhatian dari pemerintah. Ia membeberkan, yang dibutuhkan saat ini seperti kursi dan meja yang biasa digunakan dalam proses belajar mengajar, karena sudah lama dan tidak layak dipakai.

“Saya berharap pemerintah daerah maupun pusat untuk memperhatikan dan meninjau sekolah swasta yang membutuhkan bantuan pemerintah. Kami butuh bantuan dari pemerintah,” ucap lulusan Prodi Sendratasik ini.
Masih kata Feri, SMP Nurfauzan memiliki 16 tenaga belajar, yang digaji 3000 Rupiah per jam. “Gajinya kecil, dalam 1 bulan ada yang menerima 350.000 Rupiah perbulan, sedangkan untuk SPP Siswa membayar 25.000 Rupiah dalam satu bulan,” ucapnya pada saat di temui Mattanews.co, diruangannya, Rabu (9/6/2021).














