MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Drs Riza Pahlevi MM mengharapkan agar guru menguasai IT. Terutama guru yang berada di tengah kota atau sekolah besar. Sangatlah baik jika guru menguasai teknologi dan dapat di terapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.
“Saya berharap agar tidak ada lagi guru yang tidak mengenal teknologi. Apa lagi guru yang mengajar di sekolah unggulan,” tegasnya, saat membuka acara Workshop peningkatan kompetensi guru dalam perencanaan pembelajaran pengembangan bahan ajar digital di aula SMAN 3 Palembang yang dilaksanakan dari 30 Juni sampai 5 Juli mendatang, Rabu (30/6/2021).
Ia juga menjelaskan bahwa kedepannya akan ada penilaian guru penggerak. Menjadi guru penggerak, dimana jika sudah menjadi guru penggerak bisa melaksanakan tugas dengan baik. Guru penggerak juga berpotensial bisa langsung menjadi tenaga pengawas. Tidak harus menjadi kepala sekolah terlebih dahulu.
Jadi guru penggerak bisa memilih mau menjadi kepala sekolah atau menjadi pengawas sekolah.
“Tahun ini untuk kuota seleksi guru penggerak hanya di tiga Kabupaten di Sumsel saja. Palembang salah satu Kota yang tidak termasuk di dalamnya. Tapi saya berharap agar semua guru mempersiapkan diri. Sudah jadi tugas kepala sekolah untuk mendukung guru yang akan ikut seleksi guru penggerak ini,” jelas Riza
Ia berharap agar guru dapat memahami bentul masalah digital. Tidak hanya sekedar tahu saja tapi memahami bentul mengenai digital. Disiplin diterapkan dengan benar, harus menjaga baik nama baik almamaternya baik itu negeri maupun swasta.
Selain itu, guru juga harus menunjukkan sikap integritas saat disekolah, integritas ini menunjukkan seorang guru yang baik. Serta bisa mengintropeksi diri sendiri agar semakin maju. Itu harus menjadi ciri khas dari guru Sumsel.
“Sudah eranya untuk pembelajaran secara digital. Baik belajar digital maupun tatap muka langsung. Semua guru sudah mahir melaksanakan. Saya berharap semua guru memiliki kompetensi baik dalam hal ini,” harap dirinya.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Palembang Drs Sugiyono MM, kegiatan workshop ini sendiri untuk lebih mematangkan kemampuan guru. Ia juga memanggil pelatih tingkat Nasional. Selain untuk meningkatkan kompetensi guru juga untuk melaksanakan akreditasi sekolah ini.
“Kita datangkan langsung pelatih tingkat Nasional. Jadi guru bisa mendapatkan ilmu dengan kompleks,” kata Sugiyono.
Dilanjutkannya dalam kegiatan ini ada sebanyak 77 guru yang ikut pelatihan. Kegiatan ini sendiri berlangsung khusus untuk guru disekolah ini. Ia berharap guru disekolah ini nantinya dapat menerapkan semua ilmu yang di dapatkan.
“Guru harus bisa melaksanakan pembelajaran baik Daring maupun Luring secara serentak. Jadi waktu siswa belajar disekolah sama dengan waktu siswa belajar dirumah,” jelasnya.
Selain itu, Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Drs I Gede Mendera MT mengatakan, kegiatan workshop ini mempelajari secara lengkap kegiatan pembelajaran dengan sistem digital. Caranya dengan lebih cepat dengan diskusi dan simulasi kepada guru. Nantinya setelah materi dikuasai maka guru akan disuruh membuatkan hasilnya untuk dipaparkan.
Setelah paparan akan dikoreksi kembali adakah kekurangan dalam materi tersebut. Setelah sempurna dan cocok baru bisa diterapkan kepada pembelajaran secara nyata kepada siswa dan sekolah.
“Nantinya para guru permata pelajaran saja yang akan maju. Tentu saja protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat dalam kegiatan ini. Para peserta tidak dibolehkan membuka masker saat kegiatan berlangsung,” ucap dia.














