MATTANEWS.CO, LAHAT – Pada hari Rabu (28/07/2021) lalu, Bupati Lahat Cik Ujang bersama forkopimda, sudah membahas perihal penanganan Covid-19 di Lahat.
Akhirnya disepakati, jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat akan segera membentuk tim khusus penanganan ketersedian obat dan oksigen bagi warga Lahat, melalui Satgas Covid-19 Lahat.
Menurutnya, kebutuhan oksigen saat ini meningkat, baik untuk pasien terpapar Covid-19 maupun untuk pasien yang bukan Covid-19.
“Segera undang pihak rumah sakit, klinik, apotek maupun supliyer oksigen dan obat, untuk membahas perihal ini,” katanya, Kamis (29/07/2021).
Cik Ujang menambahkan, tim khusus untuk pengamanan obat dan oksigen seperti yang diusulkan Kejari Lahat, dirasa memang dibutuhkan.
Mengingat gunanya untuk mendeteksi sedini mungkin, stok dan kebutuhan obat dan oksigen.
Sehingga pada saat tiba-tiba kebutuhan melonjak, obat dan oksigen masih bisa didapatkan masyarakat.
“Untuk kebutuhan oksigen masih aman. Benar yang membutuhkan oksigen ini bukan hanya pasien Covid-19, ada juga masyarakat yang sedang menderita penyakit lain,” ungkapnya.
“Jadi hal ini memang harus dipikirkan, sebelum sampai terjadi kelangkahan oksigen,” katanya.
Kajari Lahat Fitrah membeberkan, berdasarkan data intelijen pihaknya, stok oksigen dan obat di beberapa tempat mulai berkurang jumlahnya.
Seperti kurangnya oksigen di RS DKT Lahat, beberapa puskesmas dan apotek.
Dia menyarankan, dibentuk tim khusus yang bertugas mendata secara kongkrit di lapangan, atas ketersediaan obat-obatan dan oksigen.
Menurutnya, data stok oksigen di RSUD Lahat masih aman, tapi RS DKT sudah sangat membutuhkan oksigen, karena kesediaan stok sudah mulai berkurang.
Di mana RSUD, Dinkes, RS DKT dan apotek di Lahat, belum optimal koordinasi.lnha.
“Kebutuhan oksigen ini bukan hanya untuk pasien Covid-19. Oleh sebab itu Satgas harus tahu data ketersediaan oksigen ini,” katanya.
“Jangan sampai cadangan oksigen diambil oknum tertentu dibawa ke daerah lain, atau mala ada yang lakukan penimbunan,” ucap Kajari Lahat.














