[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
* Terkait Sumbangan Dana Penanggulan Covid 19 Senilai Rp 2 Triliun yang Ternyata Hoax
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Menjadi orang baik memang sulit, berbagai macam cobaan pasti menghampiri. Hanya saja bagaimana cara untuk menghadapinya, dengan hati ikhlas dan bersih. Seperti inilah yang dilakukan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri, saat ini. Ditengah badai menerpa, berbagai dukungan dan suport pun terus mengalir. Inilah bukti kepercayaan warga Sumatera Selatan, yang mengakui kalau beliau memang orang baik, darmawan dan supel, Sabtu (7/8/2021).
“Kami percara kalau Kapolda Sumsel memang orang baik. Selain itu, dengan sikap yang sportif mengakui kekhilafan, membuat warga Sumatera Selatan, angkat jempol. Tidak banyak pejabat yang mau mengkaui kesalahan, terlepas apakah memang sengaja atau tidak,” jelas Sekretaris DPD FERARI (Federasi Advokat Republik Indonesia) Sumsel, Joni YAP ketika dibincangi di kantor hukumnya, Joni YAP, Jalan Irigasi Kelurahan Lorok Pakjo Palembang.
Bergulirnya dukungan dari berbagai kalangan, komunitas, keagamaan dan lembaga masyarakat, sudah menunjukkan sosok Kapolda Sumsel di mata masyarakat.
“Niatnya baik, untuk berbagi dan menyalurkan amanah. Tapi untuk mencurigai di waktu bersamaan, tentu tidakkan mungkin. Inilah yang terjadi, mungkin inilah yang akan menjadi pelajaran berharga bagi pejabat yang kami banggakan itu,” papar Joni.
Joni menambahkan, jangan melihat sisi buruk Kapolda Sumsel saat ini, namun lihatlah sikap ksatrianya dari kedinasan hingga kehidupan bermasyarkat.
“Beliau tidak pernah menampakkan kesulitannya. Meski dirundung kecurigaan diluar sana, orang nomor satu di Polda Sumsel itu tetap menjalankan tugasnya, sebagai pemimpin dan pengabdi negara. Beliau nampak baik-baik saja menghadapi masyarakat, bahkan masih berbagi dengan sesama, meski harus berhati-hati berucap,” ujarnya.
Sekretaris DPD Ferari Sumsel itu berharap agar Kapolda Sumsel tidak patah semangat dan tidak berubah sikap.
“Kami mendukung bapak. Jangan pernah menjauhi kami. Kesalahan adalah guru terbaik manusia ketika ia cukup jujur untuk mengakuinya dan bersedia untuk belajar,” tukasnya.














