MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dalam rangka menyerap aspirasi dari masyarakat Palembang. DPRD Palembang kembali melakukan reses untuk kedua kalinya di tahun ini. Nantinya semua laporan dari masyarakat akan di sampaikan pada rapat Paripurna DPRD nanti.
“Pada hari ini kita melaksanakan reses. Nantinya semua masukan dari masyarakat akan disampaikan pada rapat Paripurna DPRD mendatang. Sekarang ini di wilayah Kecamatan ini sendiri masih kurang dari 50% masyarakat sudah mendapatkan vaksin,” jelas ketua reses DPRD Kota Palembang masa persidangan II tahun 2021 Dapil III Kecamatan Ilir Timur Satu, Ilir Timur Dua dan Ilir Timur Tiga. Ir Alex Andonis saat ditanyai di Pasar Ikan modern Jumat (27/8/2021).

Ia mengatakan, perlunya peran dari masyarakat untuk mendorong hal ini terwujud. Selain itu yang menyebabkan masih dibawah angka 50% vaksinasi di Kecamatan ini. Juga ada faktor keterbatasan vaksin itu sendiri melalui dinas terkait.
Ada juga masyarakat yang meminta bantuan untuk warga yang melakukan isolasi mandiri dirumah. Sebenarnya hal ini sudah ada anggarannya. Tapi mungkin karena banyaknya kasus jadi hanya sebagian saja yang mendapatkan bantuan. Tapi pihaknya akan mendorong kepada dinas terkait agar masyarakat ini mendapatkan bantuan.
“Kita akan bahas ini, agar semua masyarakat yang isolasi dirumah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” jelas dia.
Sedangkan untuk perbaikan jalan di beberapa titik. Saat ini ada beberapa titik jalan yang sudah dalam proses pengerjaannya. Tapi ada juga yang belum dilaksanakan. Mengingat beberapa kebutuhan lebih diutamakan seperti untuk penanggulangan pandemi covid- 19. Jadi anggaran dialihkan tapi tentu saja semua kegiatan di utamakan.
Sementara itu Camat IT Tiga Rusmedi mengatakan, saat ini antusias masyarakat untuk divaksin meningkat. Sedangkan stok vaksin terbatas maka itu masyarakat hendaknya bersabar. Serta bagi penyelenggaraan kegiatan vaksin hendaknya melakukan sistem oleh untuk pendaftaran peserta vaksin. Takutnya jika berkerumun akan menimbulkan klaster baru penyebaran virus itu sendiri.
“Seperti beberapa waktu lalu yang sempat viral dalam pendaftaran peserta vaksin. Saya berharap hal serupa tak berulang kembali,” harapnya.

Terpisah Ketua Reses Dapil IV Kecamatan Kalidoni, Sako, Sematang Borang, H Pomi Wijaya ST S Sos mengatakan, pihaknya beserta anggota reses menampung semua aspirasi dari masyarakat. Mengenai jalan, lampu jalan, ketersediaan air bersih. Segera dilaksanakan pertemuan tatap muka bagi siswa sekolah.
“Di Dapil kami sendiri terdiri dari tiga Kecamatan dan 13 Kelurahan. Nantinya semua aspirasi masyarakat akan disampaikan pada sidang Paripurna,” kata dia usai kegiatan reses di Kecamatan Kalidoni Jumat (27/8/2021).
Nantinya semua usulan dibacakan dan kemudian akan ditanggapi oleh Walikota Palembang. Ia berharap nantinya semua usulan dari masyarakat dapat segera direalisasikan pelaksanaannya.
Sementara itu Sekretaris Reses Dapil IV Peby Anggi Pratama SH MKn mengatakan juga, mengenai kekurangan vaksin di masyarakat. Sebab saat ini antusias masyarakat sudah baik. Sedangkan stok vaksin dari pusat masih terbatas.
Kemudian untuk pembangunan booster pihaknya akan berkoordinasi dengan PDAM. Sedangkan untuk beberapa titik lampu jalan di daerah sungai Lais yang masih belum ada. Dirinya mengaku belum bisa memastikan. Sebab lampu jalan yang menjadi prioritas utama adalah yang dilewati oleh kendaraan roda empat.
“Sedangkan untuk pelajaran tatap muka disekolah. Pihaknya tentu berharap yang terbaik bagi para siswa. Tentu saja jika semua guru sudah di vaksin dan siswa juga sudah . Maka pertemuan tatap muka disekolah dengan protokol kesehatan dapat segera dilaksanakan,” ucapnya.
Ditambahkan oleh anggota reses Dapil IV Harya Prathystha Edhie Putra SH MH, jika ada keluhan terkait pelayanan PDAM Tirta Musi hendaknya masyarakat memberikan laporan kepada Kelurahan nantinya akan dilanjutkan ke Kecamatan.
Langsung di berikan audensi antara masyarakat dan Dirut PDAM.
“Jadi masyarakat bisa langsung mengatakan secara langsung kepada pihak terkait. Tentu saja saya berharap agar Dirut PDAM sendiri menyertakan semua komponen pimpinannya. Jadi bisa langsung di putuskan mengenai penanganan terkait kebutuhan dan harapan dari masyarakat,” jelas dia.

Ketua Reses DPRD Kota Palembang H Mulyadi mengatakan, ia menyerap aspirasi di kantor dan lapangan. Saat kebetulan berada di lapangan tepatnya berada di wilayah TPU Kebun Bunga. Kunjungan kali ini selain mendapatkan beberapa laporan dari masyarakat. Juga akan melebarkan kembali lahan yang ada di TPU ini. Mengingat TPU ini menjadi TPU yang paling banyak di minati oleh masyarakat.
“Kita akan membebaskan lahan seluas satu hektar di bagian belakang. Lahan seluas itu dapat menampung sebanyak 4000 jenazah,” jelas Mulyadi saat ditanyai di TPU Kebun Bunga Palembang Sabtu (28/8/2021).
Pihaknya juga akan membuat taman dilingkungan TPU ini. Tujuannya adalah agar membuat nyaman pengunjung di kawasan ini. Selain itu juga akses jalan akan di cor kembali agar lebih memudahkan para penziarah untuk berjalan dilingkungan ini.
“Saya juga berharap agar pihak di TPU bisa cepat merespon masyarakat. Masyarakat melalui perangkat RT menghubungi via pesan SMS atau WA saja. Tidak perlu datang dan menyerahkan berkas. Saya harap jika ada laporan langsung di lakukan penggalian jangan menunggu berkas data baru mau digali,” harapnya.
Sementara itu Kabid PSU Pera KP Kota Palembang Isrok mengatakan, sebetulnya TPU yang masih luas ada di Bukit lama dan Sako. Tapi karena letaknya strategis banyak masyarakat yang ingin keluarga mereka di makam kan disini. Di wilayah Sako sama seperti di TPU Kebun Bunga ini. TPU Sako juga masih baru bisa menampung ribuan jenazah.
“Saya akan terus berbenah agar pelayanan semakin baik. Kami juga mengharapkan laporan dari masyarakat untuk memantau pelayanan di TPU,” ungkapnya.

Kepala SMPN 30 Palembang Kamila Delima SPd MSi, mengatakan saat ini ruang kelas di sekolah ini sebanyak 26 ruang kelas. Tapi saat ini hanya bisa dipakai 25 kelas. Satu kelas lagi memakai ruang multi media. Selain itu sekolah ini memerlukan beberapa ruangan lagi, seperti ruang kesenian,UKS , Pramuka.
“Saya berharap agar anggota dewan bisa menganggarkan untuk pembangunan ruang sekolah ini. Tak lupa saya berharap agar jalan menuju ke sekolah ini dapat di cor. Sebab akan banjir saat terjadi hujan. Jika siswa tidak diantar oleh wali murid memakai motor. Maka siswa melepaskan sepatu saat akan ke sekolah,” kata dia saat reses di SMPN 30 Anggota DPRD Kota Palembang Dapil V (Kec. SU. II dan Kec. Plaju) Senin (30/8/2021).

Sementara itu, Wakil Ketua Reses Dapil V H Eddy Saad SH MH mengatakan, untuk pembangunan gedung sekolah ini. Pihaknya akan mengusulkan pada saat Paripurna nanti. Ia berharap agar pihak sekolah hanya memberikan satu proposal kepada satu pihak saja. Jika mengajukan ke Dinas Pendidikan tidak perlu memberikan proposal kepada DPRD. Sebab nanti jika sampai ke Bapenda maka semua proposal itu akan di tolak. Sebab pihak Bapenda bingung pihak mana yang mau disetujui sehingga keduanya di tolak.
“Sedangkan untuk jalan nantinya jika tidak ada kendala maka Rabu nanti akan segera dilakukan pengecoran jalan tersebut,” jelas dia.
Selain itu Sekretaris reses M Akbar Alfaro B Bus SE MM mengatakan, masalah ruang kelas yang kurang. Pihaknya akan berusaha memenuhi kebutuhan guru melalui Dinas terkait.
Nanti akan dimasukkan ke dalam banggar DPRD Palembang. Ada juga bangunan yang akan dibangun menggunakan dana aspirasi.
“Kita akan patungan memakai dana aspirasi kita. Kita ada lima orang di Dapil kita. Jadi akan ada dana sebanyak RP 100 juta dari tiap orang. Jadi akan terkumpul uwang sebanyak Rp 600 jutaan dari kami,” jelas dia.

Ketua Reses Dapil VI Dr H Fauzi Ahmad SH MH Dapil VI Kecamatan Kertapati, Jakabaring, Seberang Ulu Satu, mengatakan kegiatan reses ini merupakan kewajiban bagi pihaknya.
Kewajiban untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. Boleh memberikan masukan kritik dan juga saran.
Pembaruan perda terkait RT. Masa jabatan RT di perpanjang selama 5 tahun dari sebelumnya hanya 3 tahun. Sedangkan ketua RT harus memiliki jenjang pendidikan SLTA.
Serta nantinya akan ada pemotongan uang insentif RT untuk BPJS kesehatan.
Selain itu ia juga mengatakan,Bagi masyarakat yang kartu KISnya aktif. Bisa mendatangi kantor Disdukcapil Palembang. Nantinya KIS tersebut aktif kembali, Sedangkan untuk jalan di lorong sinte akan dikaji kembali. Ia juga mengharapkan bantuan data dari masyarakat.
“Kita akan tinjau ke lokasi jalan yang akan di perbaiki tersebut. Jika dana sudah ada maka secepatnya jalan tersebut akan di cor,” jelas dia.
Sementara itu bhabinkamtibmas Polsek SU I Agus FN mengharapkan bantuan mobil damkar mini. Sebab di wilayah SU I sering terjadi kebakaran. Sedangkan mobil pemadam kebakaran berukuran besar sehingga tidak bisa masuk ke dalam lorong. Maka dari itu bantuan mobil damkar mini dinilai sangat diperlukan. Guna mengatasi masalah penanganan kebakaran dilingkungan SU I ini.
“Kami berharap agar pemerintah bisa mengabulkan keinginan kami ini,” harapnya.
Sementara itu ketua DPRD Kota Palembang sekaligus anggota reses di Dapil VI Zainal Abidin SH mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai bantuan mobil damkar ini. Ia juga akan melihat mobil damkar karya anak SMK Sumsel. Nantinya akan dilakukan kajian bersama bagaimana baiknya.
Ia juga akan berkoordinasi dengan pihak lain. Seperti akan berkunjung ke beberapa perusahaan untuk meminta bantuan dana CSR. Paling tidak untuk menyediakan pompa sementara. Jadi tiap wilayah RT harus menyiapkan sumur pompa. Jadi saat kebakaran pertolongan pertama dimulai dari sumur pompa ini.
Mengenai pemotongan biaya insentif pengurus RT sebesar Rp10.800 tiap bulan. Hal ini bertujuan untuk melindungi RT tersebut dari kecelakaan kerja. Jika terjadi musibah pihak RT mendapatkan biaya puluhan juta, bahkan jika meninggal dunia mencapai 92 juta.
“Saya prihatin selama ini tidak ada bantuan dari pemerintah jika ada pengurus RT yang mengalami musibah. Mengingat anggaran saat ini masih dalam kondisi defisit,” jelas dia.
Ketua Reses DPRD Kota Palembang Dapil I H Nazili SH MSi mengatakan, hendaknya para Lurah mensosialisasikan perubahan Perda terkait kepengurusan RT. Saat ini jangan sampai lagi di temukan ada RT yang abadi.
“Saya berharap sosialisasi Perda ini cepat berjalan. Sehingga Perda ini sendiri dapat efektif dilaksanakan oleh pengurus RT,” jelas Nazili saat Reses di lingkungan Kelurahan 32 Ilir Palembang Senin (30/8/2021).
Ia menjelaskan pendapatan pemerintah pada tahun 2020 ditargetkan mencapai Rp 3 Triliun tapi hanya mencapai Rp 800M saja.
Sedangkan di 2021 sampai saat ini baru mencapai Rp 600 M saja.
Pendapatan daerah juga berasal dari PBB. Jadi pak RT melalui surat dari Lurah dan Camat. Bisa membantu mensosialisasikan pembayaran PBB. Bagi usaha yang terdampak pandemi covid- 19. Bisa meminta keringanan pembayaran PBB.
“Tapi jangan ada penunggakan pembayaran yang membuat pendapatan anggaran di daerah semakin anjlok,” ungkapnya.
Sementara itu Camat IB II Hambali Zen mengatakan, jatah vaksin masih kurang sebab vaksin ini dibagikan ke beberapa Faskes di Palembang.Pada beberapa waktu lalu ada ribuan warga yang mau di vaksin. Tapi vaksin sendiri hanya ada ratusan vaksin saja.
Seharinya hanya bisa untuk menyuntikkan vaksin sebanyak 150 vaksin saja kemasyarakat.
“Saya berharap masyarakat mau bersabar sebab kita menunggu giliran dalam mendapatkan vaksin,” jelas dia.















