BERITA TERKINI

SMPK Sadar Ranggu Gelar Pelatihan ANBK

×

SMPK Sadar Ranggu Gelar Pelatihan ANBK

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, LABUAN BAJO – Manajemen SMPK Sadar Ranggu didapuk jadi instruksi kegiatan pelatihan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk beberapa sekolah di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Di antaranya SDK Ranggu I, SDK Ranggu II, SDK Kondok, SDK Rawuk, SDI Golo Ru’u, SDI Tebang, SDN Binsar dan SDI Ndaung.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan mulai tanggal 20- 22 September 2021 setelah SMPK Sadar Ranggu sukses melakukan persiapan pelaksanaan ANBK tahun 2021.

Proktor ANBK SMPK Sadar Ranggu, Ladislaus Hatul mengatakan, pelaksanaan ANBK diagendakan serentak di seluruh Indonesia dan baru pertama kali dilakukan di tengah pandemi, sehingga komunikasi dan sosialisasi kurang optimal. Itu sebabnya latihan atau simulasi dan gladi sebelum pelaksanaan ANBK perlu dilakukan.

“Anak-anak ini baru pertama kali mengikuti ANBK. Karena itu perlu dikenalkan berbagai cara menggunakan aplikasi asesmen tersebut. Kemudian tipe-tipe soal juga harus dikenalkan supaya nanti ketika hari H asesmen, mereka tidak gugup atau kebingungan. Mudah-mudahan dengan simulasi ini siswa bisa dengan lancar mengoperasikan komputer saat pelaksanaanya,”katanya Kamis,(23/9/2021).

Kepala SMPK Sadar Ranggu, Kameliana Manung menjelaskan, SMPK Sadar Ranggu mengadakan sosialisasi ANBK.

Menurutnya, sekolah-sekolah yang menumpang pelaksanaan ANBK di SMPK Sadar Ranggu mulai dari latihan, simulasi nasional, gladi bersih sampai hari puncak pelaksanaan merupakan bagian dari kerjasama antar lembaga dalam bidang TIK.

“Kami berharap dengan adanya kerjasama ini, sekolah-sekolah yang tidak bisa melaksanakan ANBK di sekolahnya karena keterbatasan fasilitas, mereka bisa menumpang di sekolah kami. Kami siap membantu dengan fasilitas yang kami miliki ditambah ketersediaan sumber daya manusia yaitu keberadaan proktor dan teknisi,”pungkasnya

Dari UNBK ke ANBK

Sementara itu pelaksanaan ANBK tahun ini merupakan tahap belajar bagi sekolah karena ANBK berbeda dengan UNBK.

Kamelia juga menjelaskan, perbedaan itu selain perubahan nomenklatur dari UNBK menjadi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) juga perubahan sistem evaluasi pembelajaran.

“Perbedaannya, ANBK adalah program penilaian terhadap mutu yang dimiliki oleh satuan pendidikan atau sekolah, sedangkan UNBK atau kerap disebut sebagai Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. UNBK hanya akan mengevaluasi capaian murid sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA dengan standarisasi nasional”, jelas Kamelia.

Lebih jauh, Asesmen Nasional merupakan pengganti Ujian Nasional (UN) sebagai program penilaian terhadap mutu setiap sekolah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.

Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

AKM meliputi soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (memilih lebih dari satu jawaban benar), menjodohkan pertanyaan dengan jawaban, isian singkat, dan uraian.
Metode penilaiannya menggunakan Computerized MultiStage Adaptive Testing (MSAT). AKM dilaksanakan secara adaptif, sehingga setiap murid akan menempuh soal yang sesuai dengan kemampuannya.

Instrumen kedua yaitu Survei Karakter adalah instrumen Asesmen Nasional yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Survei Karakter Asesmen Nasional bertujuan untuk memprediksi tindakan dan kinerja murid di berbagai konteks yang relevan.

Instrumen ketiga yaitu Survei Lingkungan Belajar adalah instrumen Asesmen Nasional yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan. Survei Lingkungan Belajar menggali informasi mengenai kualitas proses pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Asesmen Nasional dilakukan untuk mewujudkan tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Selain itu, memberi gambaran tentang karakteristik esensial  satuan pendidikan yang efektif.

Kendala jaringan internet teknisi ANBK SMPK Sadar Ranggu, Ludovitus menyebut kendala yang dialami selama persiapan kegiatan adalah jaringan internet yang belum maksimal.

“Kendala tentu saja ada. Salah satunya terjadi loading atau tiba tiba-tiba log out dengan sendirinya. Untuk kegiatan latihan ANBK, kami menggunakan 10 unit laptop di 15 Chromebook. Untuk gladi bersih dan hari H nanti, kami mengandalkan 15 unit Chromebook Acer,”tutupnya