MATTANEWS.CO, FAKFAK – Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia dalam kunjungan kerjanya (Kunker) memantau langsung serbuan Vaksinasi Covid-19 pada Jumat (24/09/2021) hingga Senin (27/09/2021), di halaman kantor Bupati Fakfak, juga berkesempatan mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yapis Fakfak.
Kunjungan Menteri Investasi itu, sebagai wujud perhatiannya, terhadap kemajuan dunia Pendidikan dan terkhusus di kabupaten Fakfak sebagai tempat ia dibesarkan.
Dikesempatan itu, Bahlil Lahadalia yang didampingi Bupati Fakfak Untung Tamsil dan Wakil Bupati Yohana Dina Hindom, memberikan bantuan 100 unit komputer dan memberikan beasiswa pada 10 orang siswa yang kuliah di Universitas terbaik di Papua dan di Jawa.
“Kepada Adek-Adek siswa dan siswi agar tetap semangat sekolah dan belajar, meski diperhadapkan dengan Covid-19,” ujar Bahlil.
Dikatakannya bahwa, SMK Yapis Fakfak, telah melahirkan orang orang besar di tanah air ini, salah satunya saya, sebagai menteri Investasi dan Kepala BKPM RI saat ini dan Untung Tamsil Sebagai Bupati Fakfak.
Bahlil Lahadalia dikesempatan itu juga, memotivasi siswa-siswi, dengan menceritakan kisah hidupnya semasa sekolah dengan berjualan kue, jadi kondektur hingga jadi sopir angkot.
Dengan menceritakan kisahnya itu, menurut Bahlil, itu sebagai motivasi bagi anak rantau saat menuntut ilmu pengetahuan.
Kata Dia, megahnya kampus dan gedung sekolah tidak menjamin kwalitas seseorang, namun integritas belajar dan bekerja keras adalah menjadi mutiara bagi masa depan bangsa dan negara, terutama orang tua dan keluarga.
“Untuk itu, belajarlah sebanyak-banyaknya dan berpikir setelah sekolah mau jadi PNS, tapi justru harus siap bersaing dengan anak anak luar diberbagai bidang dan saya yakin SMK Yapis Fakfak pasti bisa,” tandas Menteri Investasi Bahlil Lahadalia
Diketahui, Bahlil Lahadalia sejak SMEA yang saat ini SMK Yapis Fakfak, telah meraih juara satu sejak dari kelas 1 hingga kelas 3 dan lulus dengan ranking 1 dan juga pernah sebagi Ketua OSIS.
“Sejak sekolah organisasi sudah menjadi dari hidup saya, selalu silaturahmi dan bertukar pikiran. Kita kalau kehilangan kawan ada yang terganggu dalam hidup,” ujar Bahlil Lahadalia.














