MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah kabupaten Tulungagung melalui Dinas Kesehatan menargetkan 12 persen vaksinasi kepada Lanjut usia (Lansia) akan selesai pada akhir Oktober.
Merealisasikan target tersebut, Dinkes Tulungagung akan melakukan beberapa stategi sehingga pelaksanaan vaksinasi terhadap lansia lebih optimal.
Menurut keterangan, Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung dr.Kasil Rohmat pihaknya akan mengajak semua stakeholder untuk penguatan semua lini.
Mendekatkan ke tempat sasaran agar memberikan pelayanan terhadap masing-masing Rukun Warga (RW) atau Dusun dengan bersinergi bersama Tiga Pilar.
“Jadi begini, kita genjot sisa 12 persen vaksinasi terhadap lansia, kita targetkan akhir Oktober selesai,” terang dr.Kasil kepada awak media usai mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (14/10/2021) Sore.
Ia menjelaskan, strategi door to door (Dari pintu ke pintu.red), sebenarnya sangat bagus sekali, karena dianggap lebih mendekatkan ke sasaran.
Namun demikian, kita belum melakukan hal tersebut, karena terkendala ketersediaan stok vaksin.
“Iya benar, belum kita lakukan door to door tersebut karena vaksin yang kita dapat itu Pfizer sangat rentan dengan perubahan suhu, sehingga kalau berubah dari satu tempat ke lain, sementara ini sudah dibuka sehingga kualitas terganggu,” terangnya.
Vaksin Pfizer, Kasil memaparkan seharusnya disimpan pada temperatur suhu minus 90 derajat namun kita tidak punya, atau pada suhu minus 20 tapi usianya hanya 1 bulan.
Sedangkan yang tersedia itu minus 2 plus 8 itu lebih pendek lagi. Dalam artian, kalau sudah keluar tidak boleh lama.
“Vaksin Pfizer bentuknya konsentrat dan harus dilarutkan karena ini tidak boleh lebih 12 jam,” paparnya.
“Sehingga kami tidak berani membawa untuk door to door, namun demikian jika mungkin door to door hanya di kota saja, agar lebih dekat tapi kalau sudah masuk di wilayah jauh seperti Pucanglaban Tanggunggunung apalagi letak geografi rumah satu ke yang lain itu jauh yang punya lansia,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kabupaten Tulungagung menargetkan 12 persen vaksinasi Lansia pada akhir Oktober optimis terealisasi.
Untuk memenuhi kuota vaksinasi terhadap lansia tersebut, pihaknya akan menggunakan vaksin Pfizer sejumlah 19.000 dosis. Dengan demikian, para lansia akan mendapatkan vaksin tersebut.
Vaksin Pfizer ini di dunia Internasional paling bagus dengan harga paling mahal, sehingga masyarakat tidak perlu cemas dan takut, efeknya minimal sama dengan jenis Sinovac.
“Jadi masyarakat tidak perlu takut dan cemas, jenis Pfizer ini dosisnya 0,3,” tuturnya.
Menurut Kasil, dengan sosialisasi dan komunikasi berharap vaksin Pfizer nantinya mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Menargetkan pelaksanaan vaksinasi terhadap lansia sampai 23 Oktober akan selesai, dimulai Senin lusa tapi sebenarnya setiap hari sudah kita lakukan.
“Target per desa diambil rata rata angka 30 sampai 50 per desa, katakanlah 19.000 dibagi 271 Desa dan Kelurahan tidak terlalu banyak,” tandasnya.














