MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung mengadakan penilaian jenjang kelas untuk kelompok tani bertempat di gedung setempat, Kamis (4/11/2021).
Kegiatan tersebut diikuti 38 orang terdiri dari koordinator 1 dan 2 tiap-tiap Balai Penyuluhan Pertanian yang tersebar di 19 Kecamatan di Tulungagung.
“Jadi begini, sebenarnya kegiatan ini agenda rutin menjelang akhir tahun, guna mengevaluasi kelompok tani yang ada di Kabupaten Tulungagung,” kata Kepala Dinas Pertanian Suprapti, M.Agr., melalui Plt Kepala Bidang Bidang Tanaman Perkebunan Edi Purwo Santoso usai kegiatan.
Ia menambahkan, selain kegiatan rutin menjelang akhir tahun sekaligus mengevaluasi pada kelompok tani tersebut.
“Iya benar mengetahui antara aktivitas itu apakah sesuai kelas kelompok tani diantaranya Pemula, Lanjut, Madya dan Utama,” tambah Pria yang juga Sekretaris Program YESS Kabupaten Tulungagung itu.
“Kadang ada kelompok tani yang kelasnya Lanjut tapi aktivitasnya masuk kelas Pemula, selain itu ada beberapa kelompok tani yang pengurusnya sudah tua itu perlu di reorganisasi,” imbuhnya.
Lebih lanjut Edi mengharapkan penilaian ini obyektif, dalam artian kegiatan apa yang masuk kategori kelompok mendapat nilai sesuai kelasnya.
Misalnya kelas Lanjut, namun begitu aktivitasnya kelas Pemula, dengan demikian kita akan turunkan.
“Jadi, aktivitasnya memang sudah memenuhi kriteria, dengan begitu kita akan naikan. Sebenarnya hal ini sangat dinamis dalam hal naik apa turun kelas tersebut,” harapnya.
Permasalahannya Sumber Daya Manusia, lebih dalam Edi memaparkan untuk kelompok tani memang masih didominasi oleh generasi tua.
Hal ini, membuat dilema jika diajak jalan cepat kurang bisa mengikuti maka harus ada reorganisasi.
“Selain itu, kita juga menemukan keinginan membentuk kelompok baru, hal itu tetap kita akan terima dan selanjutnya akan diproses untuk kelasnya,” paparnya.
Menurutnya, seiring pergantian tahun nanti akan melakukan evaluasi terhadap kelompok tani tersebut.
Kelompok tani saat ini ada sejumlah 11 ribu, dengan melakukan evaluasi agar mengetahui kelas dari kelompok tersebut.
“Kita evaluasi satu persatu, di akhir November data masuk terkait perubahan kelas kelompok yang ada di Tulungagung,” ujarnya.
Plt Kabid Tanaman Perkebunan ini menuturkan komoditas bidangnya itu diantaranya kopi, teh, tembakau.
Namun meski demikian, yang paling menonjol dan menjadi prioritas bidangnya untuk tanaman tembakau.
“Prioritas yang menonjol untuk wilayah tembakau, kegiatan untuk meningkatkan produksi tembakau baik sarana prasarana itu perlu kita bantu, terlebih dengan adanya Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau,” tuturnya.
“Selain itu, program kegiatan pembuatan dan perbaikan jalan produksi, jadi di desa potensi tembakau kita beri program jalan desa produksi saat ini ada 5 desa yang mendapat program ini,” sambungnya.
Kata Edi, agenda kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan serangkaian sebentar lagi pada Dinas Pertanian Tulungagung mengalami perubahan nomenklatur.
“Pada intinya, sebentar lagi Dispertan Tulungagung itu bidang-bidang mengalami perubahan nomenklatur. Sedangkan untuk Penyuluhan itu arahnya masuk bidang Perkebunan,” tukasnya.














