MATTANEWS.CO, MUSI RAWAS – Warga Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi sumsel, mengeluhkan adanya tumpahan adukan semen yang berserakan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) hingga membuat jalan menjadi berdebu.
Pantauan di lapangan, Kamis (4/11/2021), sebagian warga di Terawas dan sekitarnya khususnya pengguna jalan tersebut mengeluhkan, karena dinilai sangat menggangu kenyamanan warga.
Sebab, kendaraan milik salah satu perusahan setempat kerap menumpahkan adonan semen ke jalan. Sehingga mengakibatkan jalan licin, berdebu hingga terjadi tumpukan, serta batu kerikil tampak berserakan di jalan.
“Saya pernah pecah ban sudah empat kali saat melintasi jalan ini. Lantaran batu kerikil yang berserakan. Jadi minta kepada pihak yang bersangkutan segera mengambil langkah agar pengguna jalan bisa nyaman kembali,” ungkap Bustari (56) sehari-sehari sebagi sopir truck sawit.
Dirinya mengaku pernah saat melintas ada sopir lewat minta berhenti, untuk menyampaikan keluhan dari warga sekitar.
“Tolong bawa tong dan cangkul untuk membersihkan jalan ini, dibersihkan dengan hanya disiram dan tidak bersih,” tambahnya sambil menunjukkan tumpukan adonan semen.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Babat, Adi Saputra (35) mengutarakan hal yang sama. “Debu banyak, mengganggu kalau kami lewat sini. Awas saja kalau musim hujan, jalan licin bisa menyebabkan kecelakaan, kalau tidak segera dibersihkan secara benar,” terang Adi dengan nada kesal.
Ia mengharapkan, agar pihak perusahaan untuk membersihkan jalan tersebut, ataupun tidak membuang sisa adonan semen ke tengah jalan.
“Tolong kepada yang bersangkutan bersihkan jalan ini. Tidak mungkin kami lewat menghirup debu terus,” tegasnya.
Masih di tempat yang sama, Irahadi (36) warga Dusun Talang Jaya yang setiap hari melintasi jalan hendak ke kebun mengeluhkan hal yang sama.
“Kami lah mulu nyuruh bersihkan tapi tidak ada tanggapan, pernah menyetop sopir mobil molen yang membawa adonan semen tersebut. Kami katakan, tolong sampaikan kepada Pimpinan PT nya tapi belum ada tanggapan juga hingga sekarang,” ungkapnya. (*)














