BERITA TERKINI

Apel Bersama Perguruan Pencak Silat, Kapolres Tulungagung: Gelorakan Bhinneka Tunggal Ika

×

Apel Bersama Perguruan Pencak Silat, Kapolres Tulungagung: Gelorakan Bhinneka Tunggal Ika

Sebarkan artikel ini
Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto didampingi Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo saat wawancara bersama awak media di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (17/11) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto mengatakan Apel bersama Perguruan Pencak silat merupakan tonggak awal menggelorakan semangat Bhinneka Tunggal Ika di bumi Gayatri.

“Jadi begini, kegiatan apel bersama Perguruan Pencak silat seluruh Tulungagung sebagai tonggak awal dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika tetap bisa bersatu,” kata AKBP Handono di dampingi Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (17/11/2021).

Mantan Kapolres Nganjuk Polda Jawa Timur menambahkan kegiatan apel bersama ini menunjukkan kepada masyarakat dari berbagai Perguruan Pencak silat bisa bersatu.

Kita melihat sejarahnya, bahwa rumusan atau semangat Bhinneka Tunggal Ika itu berbeda tetap satu, dan ada pada bumi Gayatri.

“Mari kita gelorakan kembali. Merupakan langkah awal menggaungkan kembali bahwa dari berbagai perguruan silat kita bisa bersatu,” tambahnya.

Lebih lanjut Handono menjelaskan, agenda Perguruan silat tidak hanya kegiatan prestasi. Kita menyadari dari sekian ribu itu tidak akan menjadi atlet semua, tapi bagaimana menjadi pendekar atau pahlawan dalam kegiatan kehidupan sehari hari.

“Iya benar, kita sadar tidak semua menjadi atlet, yang mendapat penghargaan,” terangnya.

“Namun meski demikian, melakukan kegiatan positip diantaranya berperan aktif dalam penanganan Covid-19, ada berperan membantu kamtibmas, ada berperan membantu lingkungan sekitar semua menjadi pahlawan dilingkungan masing-masing,” imbuhnya.

Kedepan program ini, lebih dalam Handono memaparkan, bersama Bupati Tulungagung dan bersama tokoh Perguruan silat akan menyusun untuk agenda positip lainnya.

“Diantaranya seperti penanggulangan bencana dilakukan secara bersama, sekaligus kita gelorakan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Tulungagung,” paparnya.

Menurut Handono, makna ksatria dan pendekar itu ketika dia bermanfaat buat lingkungannya dalam ajaran kita diciptakan untuk bermanfaat bagi orang lain.

Nanti kedepan pola pola pembinaan tidak hanya pembinaan terkait masalah tapi pembinaan saja, tapi bagaimana berkehidupan bermasyarakat guyub rukun, saling menghormati dan Ber-bhinneka Tunggal Ika.

“Pada intinya, hal tersebut akan menjadi salah satu bagian kurikulum diantara para pelatih masing-masing perguruan pencak silat,” tukasnya.

Sementara, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo menyampaikan hal serupa Apel bersama Perguruan Pencak silat dalam rangka menjalin silaturahim sekaligus mempererat persaudaraan.

“Agar kita dalam menciptakan wilayah dalam situasi yang kondusif dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang akan semakin kuat dan rasa kekeluargaan persaudaraan lebih akrab,” kata Maryoto.

“Barang siapa tak kenal maka tak sayang,” sambungnya.

Pantauan mattanews.co dalam Apel tersebut Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo dan Wakil Bupati H.Gatut Sunu Wibowo, S.E., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memberikan penghargaan kepada 12 atlet pencak silat yang berprestasi.