[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Merasa dirinya terancam, Titis Rachmawati (55), mengadu ke Polsek Sungai Lilin, Polres Musi Banyuasin. Pengacara yang tinggal di Jalan Kaca Piring Dwikora II Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat I Palembang, mengaku sudah dihadang dan nyaris dibunuh preman. Belakangan pelaku yang diketahui berinisial RF, bertindak arogan dan menabrak mobil korban, saat melintas di Jalan Tri Tunggal Dusun I Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin pada Selasa (23/11/2021) lalu sekira pukul 16.10 WIB.
“Kejadian persis di perbatasan Banyuasin dan Musi Banyuasin. Ketika hendak pulang, mobil yang kami tumpangi jenis Fortuner BG 1725 ZX melintasi lokasi. Tiba-tiba dari arah belakang mobil Toyota Harier Hitam nopol BG 1532 MA memotong jalan dan menghadang perjalanan kami. Dari mobil tersebut, salah satu pelaku DN keluar sembari memukul kap mobil sebanyak tiga kali. Sembari menyuruh keluar, DN memukuli kaca samping driver,” jelas Titis Rachmawati.

Ketika berhasil keluar dari hadangan mobil DN, kembali sekitar 200 meter, mobil korban kembali di hadang mobil toyota Land Cruiser warna hijau nopol BG 1757 JI.
“Saat itu kami sempat ditunjuk-tunjuk pelaku dan menyuruh keluar dari mobil. Lagi-lagi kami tidak menghiraukan, kami keluar dari hadangan mobilnya. Disaat melanjutkan perjalanan, mobil kami di tabrak pelaku dari belakang hingga remuk,” ujarnya.

Untuk keselamatan, lanjut Penasehat Hukum (PH) sekaligus Direktur PT MB Rawa Bening, Titis Rachmawati dan tim, langsung ke Polsek Sungai Lilin, Muba.
“Kami langsung buat laporan disana. Namun, sangat disayangkan penanganan aparat kepolisian disana lamban, padahal sebelum kami ke lokasi, kami sudah lakukan koordinasi soal permintaan pengamanan di wilayah hukum Banyuasin, karena lokasinya persis perbatasan Muba dan Banyuasin,” bebernya.
Titis menjelaskan, memang awalnya memergoki aksi pencurian aset di PT MB Rawa Bening. Usai memberikan edukasi, tidak lama kemudian datanglah orang suruhan pelaku yang menghadang.
“Kemungkinan besar tidak terima ditegur. Dia memerintahkan orang suruhannya, hingga terjadilah seperti ini. Kami harap, aparat kepolisian dapat bertindak cepat, karena ini sudah ada indikasi percobaan pembunuhan. Kami yang di dalam mobil ada orang lima, termasuk driver, sempat mengalami syok, demam dan di rawat di rumah sakit karena darah tinggi,” papar Ketua IKADIN Sumsel ini serius.














