MATTANEWS.CO, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Pasaribu, SPt, MM, meminta supaya PKK Huta Ginjang lebih yakin dan percaya diri, dalam menunjukkan kualitasnya yang notabene adalah binaan PKK Angkola Timur maupun Tapsel. Dia menyebut, tidak semua desa di Sumut berkesempatan dikunjungi Tim Evaluasi PKK Provinsi Sumut.
“Kedatangan saya di sini untuk berikan dukungan langsung ke PKK Desa Huta Ginjang,” ujar Bupati disela monitoring TP PKK Provinsi Sumut dalam hal penilaian perlombaan desa binaan kategori tertib administrasi di Desa Huta Ginjang, Kec Angkola Timur, Kab Tapsel, Rabu (1/2).
Dengan dikunjunginya PKK Huta Ginjang oleh TP PKK Provinsi Sumut, maka peluang untuk memenangkan perlombaan itu juga semakin besar. Terpenting, kata Bupati, PKK Huta Ginjang mempersiapkan segala halnya dengan baik. Sebab, demi kemajuan Desa Huta Ginjang, Pemkab Tapsel selama ini telah melaksanakan berbagai pembangunan di daerah itu.
Selain itu, Bupati meminta agar PKK Desa Huta Ginjang selalu memperhatikan semua sistem administradi organisasi. Misal dalam hal pencatatan atau dokumentasi di setiap desa, serta surat-menyurat, pendataan, pelaporan, pengarsipan, baik secara manual maupun digital.
“Saya harapkan (dari) evaluasi yang lalu, Ibu-ibu (PKK) berbenah agar setiap kegiatan tertata dengan rapi sehingga bisa dipertanggungjawabkan ke masyarakat,” harap Bupati.
Kepada PKK Huta Ginjang, Bupati berpesan agar apapun hasil penilaian nanti, tetap pupuk rasa semangat dalam membenahi desa. Sebelumnya, Bupati menerangkan, bahwa masyarakat Desa Huta Ginjang bekerjasama para aktivis lingkungan, telah mengukir inovasi baru berupa, menyulap sampah menjadi satu hal yang bernilai ekonomis.
“Di Huta Ginjang sendiri, juga sudah ada produksi pupuk kompos berbahan dasar sampah, dikumpulkan dari masyarakat. Saya pun, ketika memutuskan (memilih) desa-desa wisata, bukan hanya untuk dikunjungi, tapi bagaimana masyarakat desa (dapat) berbenah demi meningkatkan ekonomi/kesejahteraan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Riza Fahlevi Lubis, tampak membacakan sambutan dari Ketua TP PKK Provinsi Sumut, Ny Nawal Edy Rahmayadi. Di mana, sebut Riza, acara evaluasi itu adalag hasil dari monitoring dari TP PKK Provinsi Sumut yang sudah berlangsung beberapa bulan lalu.
“Untuk itu saya menghimbau ke seluruh kader yang telah berhasil masuk ke tahap evaluasi, agar dapat mempertahankan apa yang telah dilaksanakan dengan baik dan terus tingkatkan kualitas dan kuantitas sehingga mencapai keberhasilan secara berkesinambungan,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapsel, Ny Rosalina Dolly Pasaribu, dalam sambutannya menjabarkan, PKK adalah gerakan yang bertujuan memberdayakan keluarga guna tingkatkan kesejahteraan menuju keluarga yang beriman, bertaqwa ke Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat, sejahtera, maju, mandiri, kesetaraan/keadilan gender, serta kesadaran hukum maupun lingkungan.
Guna mencapai tujuan itu, perlu adanya partisipasi tinggi dari pembina maupun segenap pengurus TP PKK di setiap jenjang tingkatan, mitra kerja, dan para kader sebagai garda terdepan untuk menggerakkan, membimbing, maupun membina masyarakat dalam pelaksanaan 10 (sepuluh) program PKK.
Tertibnya administrasi, menjadi salah satu kunci untuk mendukung keberhasilan 10 program pokok PKK. Tertib administrasi adalah pondasi bagi kemajuan organisasi PKK. Misalkan, tertib dalam pelaporan, pengarsipan laporan, dan pendataan yang harus dilakukan secara rutin, karena hal itu guna mengetahui perkembangan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan.
“Oleh karena itu saya mengharapkan agar setiap pengurus TP PKK mulai dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten, untuk melakukan pembenahan dan tertib administrasi,” terangnya.
Sebelumnya Camat Angkola Timur, Ricky H Siregar, SIP, mengaku berkat bimbingan Bupati, pihaknya siap ikuti perlombaan itu. Tentu, pihaknya juga telah mempersiapkan berbagai administrasi PKK itu. Menurutnya, suatu berkah yang amat luar biasa apabila saat ini Huta Ginjang menjadi salah satu desa binaan.
“Dari 13 desa di Angkola Timur, Huta Ginjang menjadi utusan tertib administrasi yang diperlombakan di tingkat provinsi,” tuturnya.
Bahkan, dari 212 desa se-Tapsel, Huta Ginjang yang terpilih mewakili perlombaan itu. Kepala Desa Huta Ginjang, di 2021 ini juga mengalokasikan sekira Rp300 juta dari dana desa (DD) untuk pengembangan agrowisata. Di tahun ini juga, sambungnya, Dinas Pariwisata Tapsel bersama Provinsi Sumut memberi bantuan berupa, Gapura di Huta Ginjang yang saat ini masih proses pembangunan.
“Pak Kades (Kepala Desa) juga bermimpi, parit-parit (Huta Ginjang) dijadikan kolam ikan. Jadi, jika ada wisatawan datang, bisa membeli ikan langsung dari parit kita. Pak Kades minta ke Bupati untuk membangun kolam tersebut, Alhamdulillah langsung dibangun,” papar Camat.
Total anggaran kolam ikan itu sendiri, lebih kurang Rp200 juta. Kemudian, dengan kerja keras Bupati, Huta Ginjang juga mendapat bantuan bangunan pengairan sawah dari pemerintah pusat lebih kurang Rp600 juta. Begitu juga dari Dinas Pertanian Tapsel, Huta Ginjang juga banyak dibantu untuk pembibitan lahan. Saat ini, di Huta Ginjang juga sudah dibentuk “Petani Milenial”.
“Dari Dinas Ketahanan Pangan dan PMD Tapsel juga membuat rumah bibit. Jadi, petani milenial itu bisa melihat rumah bibit yang nantinya bisa dipergunakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Kedatangan Tim Evaluasi itu dipimpin Sekretaris TP PKK Provinsi Sumut, bersama Bupati Tapsel dan rombongan yang disambut oleh Camat Angkola Timur, Kepala Desa Huta Ginjang, tokoh masyarakat, serta para OPD, Forkopimcam, Kader Posyandu, Pokja, Dasawisa, pengurus TP PKK kabupatea/desa, dan undangan lainnya.
Writter : M Reza Fahlefi
Editor : Chitet















