MATTANEWS.CO, MERANGIN – Miris hati ketika melihat kondisi lingkungan Pasar Rakyat Kabupaten Merangin saat ini, Kamis (02/12/2021). Dalam pantauan media ini, terlihat jelas Pasar Rakyat yang diketahui dibangun dengan menelan anggaran yang cukup besar hingga milyaran rupiah, terlihat terbengkalai tidak terurus sama sekali, bahkan kotoran manusia terlihat dimana mana.
Kondisi menggenaskan ini membuat salah satu organisasi yang sudah berpayung Hukum di Merangin yaitu Peduli Daerah Sendiri (PEDAS) tergugah untuk terjun langsung mengatasi kekumuhan di Pasar Rakyat, Kamis (02/12/2021).
Setelah berkoordinasi dengan Dinas Koperindag melalui UPTD Pasar Nisran Yono, dikatakan bahwa Dinas Koperindag sangat berterima kasih kepada PEDAS atas niatnya berpartisipasi dalam mendukung Pembangunan Merangin khususnya dalam Penataan dan Pengelolaan Pasar di Merangin.
“Kami sangat berterima kasih kepada organisasi PEDAS atas rasa keprihatinan yang tinggi, dan terima kasih juga karena mendukung dalam pembangunan Merangin,” terang Yono.
Pihaknya percaya Organisasi PEDAS bisa bekerja sama yang baik dengan Koperindag dalam hal penataan dan pengelolaan Pasar khusus Pasar Rakyat.
Di tempat yang sama Ketua PEDAS Hendra Ledi, mengungkapkan kepada awak Media bahwa PEDAS sangat prihatin terhadap kondisi Pasar Rakyat yang semberawut dalam pengelolaannya.
“Dengan kondisi seperti ini, kami PEDAS sangat sedih sekali, karena selama ini kita ketahui, dari keberadaan pasar ini pasti ada oknum oknum yang menikmati dari hasil ini hasil itu, tapi sangat disayangkan, kenapa Komdisi Pasar Rakyat yang dibangun dengan duit rakyat milyaran rupiah, tapi tidak terkelola dengan baik sebagaimana layak nya Pasar KLS A,” beber Hendra.
“Dengan diberikannya kepercayaan terhadap kami PEDAS, insya allah kami ciptakan tata kelola pasar yang baik, yang bersih, tidak seperti yang kita lihat sekarang ini, sehingga pengunjung Pasar Rakyat nantinya akan nyaman, tentunya tidak menutup kemungkinan pada akhirnya dengan regulasi yang jelas kami akan membantu Daerah untuk menaikan Pendapatan Daerah PAD,” tutup Hendra.














