MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Wakil Bupati Tulungagung H.Gatut Sunu Wibowo, S.E., menyebut pelaksanaan Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 guna mendapatkan data dasar tentang nilai konsumsi penduduk daerah perkotaan dan pedesaan.
Sedangkan pelaksanaan SBH 2022 biasanya dilakukan dengan melakukan kunjungan dan wawancara langsung dengan responden.
“Jadi begini, mengetahui data dasar nilai konsumsi penduduk baik dikota maupun desa itu sangat penting sekali,” kata Wabup Gatut Sunu Wibowo usai secara resmi membuka rapat sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan SBH 2022 di Hotel Istana Kabupaten Tulungagung, Rabu (8/12/2021) Pagi.
“Selain itu, guna memperoleh paket komoditas dan diagram timbang Indeks Harga Konsumen (IHK). Disamping mendapatkan keterangan tentang keadaan sosial ekonomi rumah tangga dikota maupun desa,” imbuhnya.
Wabup Gatut Sunu Wibowo menjelaskan, pelaksanaan SBH 2022 sangat penting bertujuan memperbaharui tahun dasar Indeks Harga Konsumen (IHK).
IHK merupakan indeks harga yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Indeks harga konsumen sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi suatu negara dan juga sebagai pertimbangan untuk penyesuaian gaji, upah, uang pensiun, dan kontrak lainnya.
“Iya benar, pelaksanaan SBH 2022 memiliki fungsi secara tidak langsung untuk penentuan Upah Minimum Kerja (UMK) di Kabupaten Tulungagung,” terangnya.
“Kita ketahui, UMK tahun 2021 di Tulungagung sebesar Rp 2.010.000,- naik menjadi Rp 2.029.358, 67 pada tahun 2022,” sambungnya.
Mengenai ekonomi kerakyatan, lebih lanjut Gatut Sunu Wibowo memaparkan, merupakan prioritas utama sesuai tertuang di dalam RPJMD 2018-2023 bertujuan meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Struktur perekonomian di kabupaten Tulungagung didukung tiga faktor diantaranya sektor industri pengolahan, pertanian dan perdagangan besar serta eceran,” paparnya.
Wabup Tulungagung mengharapkan dengan pelaksanaan SBH 2022 sehingga menghasilkan data statistik dapat membuat suatu kebijakan-kebijakan Pemerintah untuk tahun mendatang.
“Pada intinya, kita sangat mendukung sekali karena data statistik tersebut sebagai acuan kebijakan Pemerintah untuk tahun mendatang, sehingga keadaan dilapangan lebih obyektif,” tandasnya.
Tempat sama, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung Ir.Muhammad Amin, M.M., mengatakan hal serupa kegiatan rapat dan sosialisasi dan pelaksanaan SBH 2022. Pelaksanaan kepelatihan dan sosialisasi kepada stakeholder, disamping para Camat dan Lurah yang kena sampel.
“Sehingga didalam pelaksanaan di lapangan nanti bisa langsung sesuai standar, kemudian kita masuk ke pasar juga bisa diterima tanpa ada resistensi atau pertanyaan untuk apa kita mensurvei harga dan lainnya,” katanya.
“Karena apa, kita menyadari kalau ditanya survei dan sebagainya itu masyarakat Apriori. Oleh karena itu sosialisasi sangat penting dilakukan dengan stakeholder dan pemangku kepentingan dengan pak Camat, pak Lurah dan tentunya pasar karena itu menjadi penentu dari survei biaya hidup,” imbuhnya.
Lebih lanjut Muhammad Amin menjelaskan, adapun tujuan digelar sosialisasi pelaksanaan SBH 2022 ini agar para stakeholder memahami dan mengerti punya kesepahaman bahwa survei biaya hidup itu penting sebagai indikator untuk mengukur perekonomian kita.
“Ia berharap, pelaksanaan sampai survei bisa berjalan lancar kemudian data yang dihasilkan valid sehingga bisa memberikan kontribusi yang baik untuk perencanaan dan alat evaluasi kinerja pembangunan baik yang sudah atau yang sedang dilaksanakan,” sambungnya.
Pantauan mattanews.co agenda rapat sosialisasi koordinasi pelaksanaan SBH 2022 dihadiri Wabup Tulungagung H.Gatut Sunu Wibowo, S.E., Kepala BPS Kabupaten Tulungagung Ir.Muhammad Amin, M.M., Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Tulungagung Dr.Adi Prasetiya, S.E., M.M., dari Bappeda, Camat dan Lurah/Kades
yang terkena sampel SBH dan pasar-pasar utama bertempat di Room Meeting Hotel Istana Kabupaten Tulungagung.














