MATTANNEWS.CO, TULUNGAGUNG – Ketua Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Adib Makarim, S.Ag., M.H., menyampaikan pengukuhan pengurus periode 2021-2024 dilakukan oleh Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo, M.M., bertempat di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu (15/12/2021) Sore.
HPN sendiri lahirnya diinisiasi dan difasilitasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Jadi begini, pengukuhan pengurus HPN Tulungagung periode 2021-2024, selain itu sekaligus menyampaikan visi misi dihadapan Pak Bupati Maryoto,” kata Adib melalui keterangannya, Selasa (14/12/2021) Sore.
Pria juga sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung menambahkan dalam pengukuhan pengurus HPN akan dihadiri oleh Pengurus Wilayah Jawa Timur. Selain itu, pengurus HPN Tulungagung, dan juga akan dihadiri para pengusaha berlatar belakang NU.
Pengukuhan pengurus periode 2021-2024 ini, merupakan sebuah momentum dimana HPN bisa merajut kekuatan ekonomi di Tulungagung menjadi satu.
“Iya benar, dengan semangat kebersamaan dengan stakeholder terkait sekaligus para pengusaha berpikir untuk kemajuan demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulungagung,” tambahnya.
Lebih lanjut Adib menjelaskan, HPN ini menjadi media berjejaring antar pengusaha Nahdliyin. Kedepan akan membuat sebuah aplikasi smart.
Dalam aplikasi tersebut, akan memajang atau display dari beberapa usaha dari anggota HPN, diantaranya ada batik, kuliner, marmer, usaha wisata desa, konveksi, baju muslim, dan lain-lain.
“Namun demikian, dengan adanya smart aplikasi bisa sebagai solusi di tengah pandemi selain melakukan pendampingan kepada pelaku usaha mikro tersebut,” terang Pria juga Pengurus BMT Istiqomah itu.
Memberikan apresiasi kepada Kepala Daerah Tulungagung, lebih dalam Adib memaparkan, dengan pengukuhan pengurus HPN merupakan suntikan kepada pengusaha di Tulungagung untuk bangkit walaupun pandemi Covid-19 masih melanda.
“Kita akui, situasi pandemi telah membuat pelaku usaha mengalami dampak yamg luar biasa sulit, dari soal pemasaran produk, penjualan yang menurun drastis hingga masalah pembiayaan yang kerap menjadi faktor penentu dalam laju gerak produksi,” paparnya.
“Pada intinya, diantara para pengusaha ada hubungan simbiosis mutualisme. Dalam artian saling bermanfaat satu dengan yang lain dan saling mensuport dan bersinergi secara strategis antar Pengusaha NU di Tulungagung,” tukasnya.














