BERITA TERKINI

Usai Ritual Adat dan Negak Miras, Warga Jaras Kapuas Hulu Tenggelam

×

Usai Ritual Adat dan Negak Miras, Warga Jaras Kapuas Hulu Tenggelam

Sebarkan artikel ini
Usai Ritual Adat dan Negak Miras, Warga Jaras Kapuas Hulu Tenggelam
Hari kedua pencarian terhadap warga Desa Jaras yang tenggelam di Sungai Kapuas.

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Usai mengkonsumsi minuman beralkohol saat ritual adat bayar keramat atau bayar nazar, Nyantau (35) warga Desa Jaras, Kecamatan Putussibau Selatan, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) tenggelam di Sungai Kapuas, Sabtu (5/3/2022) kemarin.

Dikatakan Kapolres Kapuas Hulu, AKBP France Yohanes Siregar melalui Kasat Polairud Polres Kapuas Hulu, AKP Surarso, korban bersama 6 temannya, saat itu pulang dari ritual adat di Ulak Jaras seberang Sungai Kapuas.

“Korban dan 6 orang warga lainnya dalam satu perahu. Tiba di lanting tepian sungai, korban berkata “mau mandi” dan langsung terjun menceburkan diri ke Sungai Kapuas,” ungkap AKP Surarso, Minggu (6/3/2022).

Dilanjutkannya, setelah Nyantau terjun ke sungai, kemudian teman-teman korban turut menceburkan diri. Namun, sekitar 2 menit, korban tak muncul ke permukaan. Sehingga, warga lainnya yang masih berada di perahu langsung mencari korban yang diketahui berprofesi sebagai petani.

“Berusaha mencari korban bersama-sama, ada dengan cara menyelam, menggunakan alat Jala dan Pukat. Ada juga dengan menggunakan perahu untuk menyisir di hilir tepian Sungai Kapuas,” kata AKP Surarso.

Karena kunjung tak menemukan korban, kemudian warga menghubungi pihak kepolisian. Mendapatkan informasi tersebut, Satpolairud Polres Kapuas Hulu bersama Polsek Putussibau Selatan langsung menuju TKP. Serta, melakukan koordinasi bersama Tim SAR gabungan TRC, BPBD dan Taggana Kapuas Hulu, untuk membantu melakukan pencarian korban.

Menurut AKP Surarso, pada saat kejadian arus Sungai Kapuas di sekitar lokasi yang menenggelamkan pria lajang itu, cukup deras. Sehingga, diduga kuat korban terseret arus air.

“Korban pada saat terjun ke sungai, atau pada saat tenggelam, sebelumnya dalam pengaruh minuman keras,” ucap AKP Surarso.

Hingga berita ini ditayangkan, korban tak kunjung ditemukan. Sehingga, Tim Sar Kapuas Hulu masih terus melakukan pencarian terhadap korban. Dengan cara meyelam dan menyisir tepian sungai menggunakan perahu dan speedboad.