MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Ganjar-Puan (LGP) Kabupaten Tulungagung Syahrul Munir, M.H., menampilkan tiga pusaka dalam Bursa dan Pameran Keris Tosan Aji yang di gelar mulai 4-6 Maret 2022 bertempat di kediaman Mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo.
Bursa dan Pameran Keris Tosan Aji yang diinisiasi oleh Komunitas Bhinneka Tunggal Ika dibuka oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., didampingi Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., pada Jum’at (4/3/2022) Malam.
“Jadi begini, kita apresiasi sekali adanya Bursa dan Pameran Keris Tosan Aji ini, karena sudah lama belum pernah ada pameran seperti ini akibat pandemi Covid-19 masih melanda,” kata Munir lebih akrab disapa pada mattanews.co, di hari terakhir pameran, Minggu (6/3/2022) Malam.
“Kita turut serta meriahkan gelaran pameran ini, saya tampilkan tiga pusaka peninggalan dari warisan leluhur,” imbuhnya.
Munir menambahkan, sangat mengapresiasi gelaran Bursa dan Pameran Keris Tosan Aji. Menurutnya, kegiatan pameran ini merupakan upaya mengingatkan kembali kepada generasi muda dalam melestarikan dan menjaga warisan budaya dari leluhur.
Benda-benda pusaka yang dipamerkan ini, ia meyakini memiliki aura sehingga bagi pemiliknya bisa memancarkan suatu kewibawaan maupun yang lainnya.
“Kita berharap anak muda sekarang harus mengerti dan memahami pentingnya melestarikan dan menjaga warisan budaya dari leluhur,” tambahnya.
“Keris atau pusaka lainnya itu mengutip apa yang disampaikan Pak Bupati Maryoto pada saat pembukaan, merupakan warisan budaya dari leluhur yang memiliki mahakarya nilai seni sangat tinggi, karena pada saat membuatnya jaman dahulu tidak modern seperti saat ini,” sambungnya.

Lebih lanjut Munir menjelaskan, dalam bursa dan pameran keris tosan aji ini menampilkan 3 benda pusaka berupa 2 keris dan 1 tombak yang merupakan warisan leluhur.
Tiga benda pusaka itu antara lain;
1. Keris Lurus, dapur Maheso Lajer, Pamor Puser Bumi Tirto Tumetes, Tangguh Tuban, Era Mataram, sedangkan Warangka Gayaman Yogyakarta.
Keris ini merupakan peninggalan dari kakek buyut secara turun-temurun, sebagai yang mewarisi melestarikan dan menjaga sekaligus merawat. Menurut cerita kakek keris ini biasa digunakan untuk bertani dan beternak.
2. Keris Naga Luk 5, Dapur Naga Manten, Pamor Kelabang Sayuti, Tangguh Mataram, Era Kamardhikan, Warangka Sandhang Walikat.
Keris ini merupakan warisan dari kakek buyut secara turun-temurun. Dan, biasanya dulu oleh kakek digunakan untuk nemokne manten (Ritual pada saat nikahan.red).
3. Tombak, Dapur Totoq, Pamor Gubet, Tangguh Jenggolo, Era Mataram, Warangka Bonggol Jati.
Tombak ini dulunya sering digunakan oleh kakek untuk ngrukunke (Merukunkan.red) semua jenis pusaka baik keris maupun tombak agar tdk gemblodak (Tidak bersitegang.red).
“Selama tiga hari kita pamerkan, untuk pusaka berupa Keris Naga Luk 5 sempat ditawar oleh pengunjung dari Nganjuk seharga 15 juta rupiah, sedangkan untuk tombak ada yang menawar 12 juta rupiah,” terangnya.
“Karena ini warisan dari leluhur, dan saya yang selama ini menjaga dan merawat maka penawaran itu saya tolak,” imbuhnya.
Munir berharap kegiatan pameran ini bisa berkelanjutan, sehingga untuk paguyuban keris maupun benda pusaka di Tulungagung bisa menampilkan warisan budaya dari leluhur.
“Iya benar, saya berharap pameran ini nantinya bisa masuk program dari Dinas terkait, dengan demikian selain untuk nguri-uri budaya sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda,” tandas Pria yang juga seorang Kontraktor itu.














