BERITA TERKINI

Warga Saka 7 Bunga Mayang tak Sangka Bupati Sampai ke Desanya

×

Warga Saka 7 Bunga Mayang tak Sangka Bupati Sampai ke Desanya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKU TIMUR – Dengan berlinang air mata, Erham, warga Dusun Saka 7, Desa Baturaja Bungin, Kecamatan Bunga Mayang, terkejut ketika Bupati OKU Timur H. Lanosin tiba di desa mereka dalam keadaan cuaca hujan, tanah licin berlumpur dan malam hari.

Bupati OKU Timur H. Lanosin sengaja datang ke desa tersebut untuk meninjau jembatan putus akibat diterjang derasnya arus air sungai. Jembatan itu merupakan akses utama warga dalam aktivitas seperti anak-anak sekolah, pengangkutan hasil pertanian dan penghubung beberapa dusun di Desa Baturaja Bungin.

Enos datang ke lokasi didampingi Camat Bunga Mayang, Kepala Bappeda dan Litbang, Kepala BPKAD, Kepala Dinas PUTR, Kabag Prokopim, Kabid PKP Diskominfo, Satuan Polisi Pamong Praja dan Kades Baturaja Bungin.

Perjalana Bupati OKU Timur dan rombongan diawali di titik parkir Dusun Rokal, Desa Baturaja Bungin. Kemudian dilanjutkan dengan mengendarai sepeda motor menuju lokasi yang menempuh jarak kurang lebih 1 jam dari titik kumpul awal.

Meskipun cuaca mulai gelap, jalan licin dan hujan deras namun tak menyurutkan semangat bupati dan rombongan untuk meninjau lokasi jembatan putus tersebut.

Kades Baturaja Bungin, Nasirudin mengucapkan terima kasih kepada Bupati OKU Timur atas kesediaannya meninjau lokasi jembatan putus di desanya.

“Saya tak menyangka bupati akan mewujudkan keinginan warganya untuk memiliki akses jembatan baru dan kokoh,” katanya.

Camat Bunga Mayang, Intan mengatakan, dirinya hadir mendampingi bupati dan berharap kehadiran beliau memberikan one of energy.

“Serta semangat warga apalagi jika jembatan tersebut bisa diperbaharui dan terima kasih banyak. Bupati The Best, OKU Timur Yes,” ungkapnya.

Bupati OKU Timur, H. Lanosin menerangkan, desa tersebut merupakan wilayah paling ujung dari OKU Timur karena berbatasan dengan OKU Selatan, dan kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatiannya kepada masyarakat selaku bupati.

“Perbaikan merupakan wewenang Kementerian PUPR, dan kami akan terus berupaya agar proposal yang diajukan bisa direalisasikan dan keinginan warga terwujud,” ujarnya. (*)