BERITA TERKINIPOLITIK

Penanganan Stunting, Dinas KBPPPA Tulungagung Terima Kucuran DAK Tahun 2022 Senilai 4 Miliar

×

Penanganan Stunting, Dinas KBPPPA Tulungagung Terima Kucuran DAK Tahun 2022 Senilai 4 Miliar

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KB, PP, PA) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting menerima kucuran anggaran senilai 4 Miliar. Adapun dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022.

Saat dijumpai, Kepala Dinas Keluarga Berencana PPPA Kabupaten Tulungagung Drs. Suparni, M.M., melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, dan Pergerakan Sujianto, S.Kep. Ners, MMRS mengatakan stunting itu suatu kondisi dimana pertumbuhan atau beratnya dibawah standar yang sudah ditetapkan. Hal ini disebabkan ada beberapa hal termasuk kekurangan gizi, dan atau karena penyakit infeksi yang berulang.

“Jadi begini, Dinas KBPPPA tahun 2022 menerima DAK 2022 senilai 4 Miliar yang akan digunakan untuk percepatan penurunan angka stunting di Tulungagung,” kata Sujianto pada mattanews.co di kantor Dinas KBPPPA Kabupaten Tulungagung Selasa (22/3/2022) Sore.

“Kami bentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) pada 19 Kecamatan, dan tim di 257 Desa, 14 Kelurahan di Kabupaten Tulungagung,” imbuhnya.

Mantan Kabid Pengendalian Pelayanan RSUD dr. Iskak Tulungagung menambahkan, gelontoran anggaran DAK relatif besar tersebut penggunaannya untuk sosialisasi, serta konseling terhadap calon pengantin, ibu hamil, dan pendampingan pasca ibu melahirkan.

Karena Stunting ini pemantauan atau pencegahan dilakukan sebelum hamil (pra konsepsi) berarti pra nikah, maka calon pengantin tiga bulan sebelum menjadi pengantin menjadi pantauan pihaknya keterkaitan orang risiko stunting atau tidak.

“Setelah itu fungsi pemantauan dilakukan puskesmas, selain itu dari KUA (lintas sektor) apakah pengantin memenuhi syarat secara kesehatannya, hal ini mulai kami dipantau,” tambahnya.

“Pada saat hamil juga dipantau berkaitan proses kesehatan kehamilan apakah hamil itu tua atau muda termasuk kesehatan ibu hamil itu sendiri sampai melahirkan itu normal atau prematur sampai melakukan imunisasi, berat badan, gizi, dan lainnya. Selanjutnya ibu bayi akan diberikan edukasi alat kontrasepsi apa yang cocok. Bila terlalu sering hamil maka sangat rentan untuk terjadinya stunting,” Sujianto menambahkan.

Lebih lanjut Pria asli Kalidawir Kabupaten Tulungagung itu menjelaskan, pihaknya selama ini gencar melakukan sosialisasi terhadap TPPS di Kecamatan, Desa maupun Kelurahan agar mereka memahami tugas, pokok, dan fungsinya.

“Iya benar, sosialisasi itu penting memberikan edukasi agar mereka tahu akan tupoksinya,” terangnya.

“Dimana ada tim pendamping keluarga ini yang mendampingi keluarga pada saat berisiko stunting dimulai dari calon pengantin, ibu hamil dan pasca persalinan termasuk pendamping an kepada bayinya pemeriksaan kesehatan, berat, tinggi badan nanti di posyandu masing-masing puskesmas,” imbuh Sujianto.

Angka stunting di Kabupaten Tulungagung, lebih dalam Sujianto memaparkan, sebenarnya masih dibawah Nasional. Sesuai arahan dan petunjuk dari Presiden Jokowi menargetkan pada tahun 2024 itu 14 persen, dan Tulungagung lebih bagus dari angka tersebut.

“Namun demikian, kita tidak boleh membiarkan begitu saja, maka pihaknya menargetkan tahun 2024 zero Stunting. Dengan demikian stunting tidak terjadi lagi di Tulungagung,” tandasnya.