BERITA TERKINI

Pulang Tarawih, Komisioner KPUD Kapuas Hulu Temukan Istri Tewas Gantung Diri

×

Pulang Tarawih, Komisioner KPUD Kapuas Hulu Temukan Istri Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Pulang Tarawih, Komisioner KPUD Kapuas Hulu Temukan Istri Tewas Gantung Diri
Ilustrasi gantung diri. (Istimewa)

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Duka yang mendalam dialami Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kapuas Hulu, Awang Ramlan. Saat ia pulang dari salat Tarawih, ia menemukan istri tercinta, Susianti (43) telah meninggal dunia dalam keadaan gantung diri.

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Imam Reza mengungkapkan, korban tewas gantung diri dikediamannya, di Perumahan Pemda Permai II, Kelurahan Hilir Kantor, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Minggu 3 April 2022 sekitar pukul 20.00 WIB.

“Korban bernama Susianti usia 43 tahun, ditemukan sudah meninggal dunia, dengan kondisi tergantung di rumah korban tersebut,” ujarnya, Senin (4/4/2022).

Dipaparkan Iptu Imam Reza, saat itu suami korban sekitar pukul 18.57 WIB pamit untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih di Masjdi Agung Darunnajah Putussibau. Saat itu korban meminta suaminya untuk mengunci rumah dari luar. Kemudian, kunci tersebut ditaruh oleh suaminya di pot bunga depan teras rumah.

Selanjutnya, pada pukul 20.00 WIB, suami korban pulang dari salat, langsung membuka pintu rumah. Kemudian masuk dan melihat pintu kamar tertutup. Kemudian saat Awang berada di dalam kamar, ia tak melihat istrinya.

“Kemudian suami korban menuju dapur, mengecek ruang dapur dan WC tidak juga menemukan istrinya. Pada saat suami korban menuju ruang tengah, mendapati istrinya telah tergantung pada seutas tali yang diikat menggunakan kain berwarna cokelat krem,” jelas Iptu Imam Reza.

Setelah melihat istrinya tergantung, Iptu Imam Reza melanjutkan, Awang langsung menelpon keluarganya dan adiknya yaitu Wani dan membawa korban ke rumah sakit Putussibau, untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER).

Menurutnya, setelah dilakukan VER oleh Dokter di rumah sakit. Terdapat luka di area leher dan bagian pipi, untuk saat ini masih menunggu hasil Visum dari Dokter untuk 3 hari ke depan.

“Menurut keterangan dari suami korban, bahwa korban memang mengalami depresi. Dikarenakan mengalami insomnia, dan asam lambung sejak bulan November 2021, korban sempat dibawa berobat ke Pontianak,” tukasnya.