BERITA TERKININUSANTARA

Penahan Oprit Jembatan Sepatu Rusak, Pemkot Prabumulih Gelontorkan Dana Tanggap Darurat

×

Penahan Oprit Jembatan Sepatu Rusak, Pemkot Prabumulih Gelontorkan Dana Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini
Penahan Oprit Jembatan Sepatu Rusak, Pemkot Prabumulih Gelontorkan Dana Tanggap Darurat

MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Sempat dikhawatirkan warga sekitar, atas rusaknya dinding penahan oprit Jembatan Jalan Sepatu Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur. Atas perihal itu Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih langsung merespon aduan masyarakat dan mengambil tindakan atas rusaknya jembatan tersebut.

Diketahui sebelumnya, melalui Dinas PUPR Kota Prabumulih telah melakukan pengecekan terlebih dahulu, dan selanjutnya pembuatan RAB pembangunannya oleh dinas ini. Kemudian dari Dinas PU diteruskan laporannya pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Prabumulih untuk mengelontorkan dana perbaikannya.

Akhirnya hari ini, Wali Kota (Wako) Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, MM beserta Dinas PUPR, Dinas Sosial (Dinsos) dan Pemerintah Kelurahan mendatangi jembatan Jalan Sepatu itu, Kamis (14/4/2022).

Selain melakukan kunjungan, Wako Ridho Yahya juga menyerahkan dana bantuan perbaikan untuk pembangunan swakelola sebesar Rp.10 juta pada Pokja Kelurahan. Uang itu sendiri merupakan dana darurat Dinsos Kota Prabumulih.

“Ya pak, akhirnya pinggiran jembatan jalan sepatu bisa diperbaiki. Melalui dana Dinsos tersebut pembangunannya akan dikerjakan secara swakelola dari Tim Pokja Rt/Rw Kelurahan kita,” terang Lurah Karang Raja Liliana Santika. S.Pt pada media ini.

Disempatan ini Bu Lili sapaanya mengucapkan terima kasih pada Pemkot Prabumulih dan juga mengapresiasi para warganya.

“Terima kasih untuk Pemkot Prabumulih, Dinas PUPR dan Dinsos atas dana tanggap daruratnya, terkhusus untuk Walikota pak ridho yahya atas kepedulian dan perhatian untuk masyarakat hingga turun langsung ke lapangan,” ungkapnya

“Dan kami sangat mengapresiasi pengertian dan kesabaran masyarakat selama menunggu perbaikan juga nantinya pengerjaan dilakukan secara gotong royong atau swakelola,” pungkas Lurah Lili.