BERITA TERKINIHEADLINE

Gambut Jadi Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan di Sumsel

×

Gambut Jadi Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan di Sumsel

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan harus dipupuk sejak dini. Hal inilah yang menjadikan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumatra Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan membuat kajian kurikulum muatan lokal pendidikan lingkungan gambut dan DAS.

Ada dua daerah yang menjadi sasaran penerapan muatan lokal tersebut, yakni Banyuasin dan Ogan Komering Iir (OKI). Dua daerah tersebut yakni OKI dan Banyuasin menjadi sasaran lantaran kawasan gambut di daerah itu cukup luas di Sumsel.

Ketua Forum DAS Sumsel, Syafrul Yunardy mengatakan, sekolah dan para guru memegang peranan kunci dalam keberhasilan pelaksanaan kurikulum muatan lokal pendidikan lingkungan gambut dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sedang digodok oleh Dinas Pendidikan dan para pemangku kepentingan sektor pendidikan dasar di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Dengan dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel dan bekerjasama dengan World Agroforestry (ICRAF) Indonesia melalui proyek PeatIMPACTS menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas untuk para guru tingkat sekolah dasar. Kegiatan ini adalah bagian dari proses penyusunan kurikulum muatan lokal pendidikan lingkungan gambut dan DAS yang saat ini sudah sampai pada tahap pengembangan bahan ajar,” jelas Syafrul, Senin (18/8/2022).

Ia menjelaskan penyusunan bahan ajar ini melibatkan guru-guru yang kreatif dan inovatif yang mampu menciptakan kegiatan pembelajaran dan suasana dalam proses pembelajaran menjadi menyenangkan dengan berbagai pola pengajaran yang bervariasi yang dapat melibatkan siswa secara langsung, baik dalam proses dalam ruang kelas maupun diluar kelas.

Hal ini dapat memancing para guru untuk mengetahui potensi yang ada di setiap siswa di sekolah dan mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa terkait lingkungan gambut dan DAS yang ada disekitar mereka.

“Langkah kita sudah cukup jauh dari apa yang sudah kita rencanakan dan kini saatnya kita mencoba untuk melakukan praktek uji coba pembelajaran di tingkat SD khususnya ke dalam mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia. Langkah kita sudah cukup jauh dari rencana kita berkat kinerja dan kerja kita semua. Penyempurnaan dan pengembangan terhadap kinerja-kerja kita ini akan terus dilanjutkan, utamanya untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap DAS dan Gambut,” jelasnya.

Diakuinya, tools juga perlu disiapkan sebagai alat pendukung program ini. Menurutnya, study tiru atau studi banding ke beberapa tempat yang sudah mengembangkan lebih dahulu juga tidak ada salahnya untuk dilakukan, sebagai penambah ilmu dan pengetahuan.

“Kegiatan kita di monitor terus oleh Pemerintah Provinsi, yang harapan nya nanti akan dilaunching sebagai produk provinsi dan juga kabupaten. Kami bekerja untuk mencoba memperbaiki tata kelola gambut, dan memperkuat kapasitas pemangku kepentingan dalam anak-anak kita tau kalau gambut penting dan apa yang harus dilakukan dengan cara mengelolanya dengan baik,” pungkasnya.