MATTANEWS.CO, BATURAJA – Panglima TNI Jendral Andika Perkarsa bersama Panglima Komando Indo-Pasifik Admiral Jhon C. Aquilino meninjau langsung pelaksanaan latihan puncak Combined Arms Life Fire Exercise (Calfex) atau tembak amunisi tajam antar kecabangan Super Garuda Shield. Jumat (12/08/2022).
Latihan puncak tersebut dilaksanakan di titik tinjau Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD Baturaja. Calfex ini bertujuan untuk memvalidasi kemampuan Komandan lapangan untuk membuat rencana tembakan langsung secara taktis, aman dan realistis.
Personil yang terlibat dalam puncak latihan tempur ini melibatkan 1.536 personil gabungan dari TNI AD, US Army dan pasukan Australia. Sedangkan alutsista yang digunakan yakni meriam 105 KH 178, Meriam 105 M119, Heli AH-64 Apache, Blackhawk, Helly Beli 412 serta senjata berat jenis Astros, Himars, MO 60 dan MO 81.
Panglima TNI Jendral Andika Prakarsa mengatakan, untuk latihan puncak gabungan Super Garuda Shield kali ini berjalan dengan lancar. Mengingat persiapan latihan yang sudah ke 16 kalinya dilaksanakan sudah dari satu tahun sebelum pelaksanaan bulan Agustus ini.
“Latihan puncak menembak dengan peluru tajam ini berjalan dengan sukses, padahal latihan menggunakan senjata berbeda ini dilakukan bukan hanya dari kesatuan Infantri saja namun Armed juga bisa menggunakan senjata milik US Army seperti Himers dan meriam,” kata Andika.
Jendral Andika juga bangga dengan respon cepat Komandan Kompi untuk penanggulangan sasaran yang tidak terkena peluru alias tak tepat sasaran. “Komandan langsung berfikir cepat bagaimana dan apa yang harus dilakukan oleh anggota kompinya jika sasaran peluru dan roket tidak tepat sasaran,” kata Andika.
Latihan gabungan Super Garuda Shield ini akan ditutup pada tanggal 14 Agustus 2022 atau hari Minggu nanti. Direncanakan Panglima TNI Jendral Andika Perkasa yang akan menutup langsung kegiatan tersebut dilapangan upacara Puslatpur Martapura OKU Timur.(*)














