MATTANEWS.CO, SULBAR – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mendorong pengaktifan posyandu sebagai sentra pelayanan dasar masyarakat termasuk pencegahan stunting.
Hal itu dikatakannya dalam launching Grebeg Cegah Stunting (Grebeg Ceting) oleh Tim Konfergensi Stunting Mamuju, Senin (22/8/2022).
“Posyandu tak hanya sebatas menimbang atau imunisasi anak dan mengurusi ibu hamil, tapi ujung tombak pelayanan seperti pendidikan, lansia hingga masyarakat dengan masalah sosial,” katanya.
Lanjutnya, Camat bersama Ketua TP PKK serta seluruh unsur masyarakat harus mengaktifkan Pokjanal Posyandu secara terpadu. TNI dan Polri juga harus terlibat mempercepat penanganan stunting agar upaya ini berjalan maksimal.
“Saya minta camat berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sehingga langkah percepatan penanganan stunting bisa dilakukan,” pintanya.
Dandim 1418 Mamuju, Letkol Inf. M Imasfy menerangkan, TNI AD merupakan bapak asuh anak stunting nasional dan upaya penanganan stunting di daerah memang memerlukan kolaborasi.
“Saya akan mendorong TNI berperan aktif menangani stunting dan faktor pendukung lainnya,” terang Dandim.
Ketua TP PKK Mamuju, Astrina Ado Mas’ud mengaku akan mengaktifkan SDM PKK kecamatan dan desa membantu percepatan penanganan stunting meskipun program PKK masih menyesuaikan dengan program dinas-dinas terkait.
“Intervensi sektor kesehatan bukan hanya terkonsentrasi pada penanganan stunting, langkah terpadu terutama pengaktifan Posyandu merupakan PR yang harus dilaksanakan, sebab dalam masa pandemi kunjungan masyarakat ke Posyandu diakui sangat menurun,” bebernya. (*)














