BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARAPOLITIK

Ini Tanggapan Sarah Wazir Terkait Naiknya Harga BBM

×

Ini Tanggapan Sarah Wazir Terkait Naiknya Harga BBM

Sebarkan artikel ini

Capt Milenial Partai PAN Kota Palembang

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tiba-tiba mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Istana Negara pada Sabtu siang (03/09/2022) lalu, Capt Milenial Partai PAN, Sarah Wazir turut angkat bicara.

Tak tanggung-tanggung kebijakan harga BBM naik berlaku bagi jenis Pertalite, Solar, hingga Pertamax dan Diprediksi inflasi bisa meningkat 6,5% hingga 7% sampai akhir tahun. Apalagi Bank Sentral kembali diproyeksi akan menaikkan suku bunga paling tidak sampai level 4% hingga akhir tahun.

“Selama ini saya merasa sebagai rakyat kecil selalu diminta pura-pura bahagia, yang tolol dan bodohnya itu adalah orang-orang yang komen “memaklumkan” kondisi yang dibuat rezim seperti ini,” tutur Sarah Wazir, wanita muda yang aktif di Partai PAN itu saat dibincangi Mattanews.co pada Selasa (06/09/2022)

Kini diketahui, untuk jenis Pertalite dijual Rp 10.000 per liter dari sebelumnya Rp 7.650 per liter. Solar dibandrol Rp 6.800 per liter dari sebelumnya Rp 5.150 per liter. Sedangkan Pertamax sekarang dijual Rp 14.500 per liter dari sebelumnya Rp 12.500 per liter.

“Para pejabat yang menaikkan harga BBM tidak akan merasa menderita karena mereka dapat tunjangan transport dari uang rakyat sedangkan rakyat bagaimana nasibnya?,” tegasnya.

Kenaikan BBM bersubsidi ini tentu memberikan dampak positif dan negatif. Tetapi dengan ini pemerintah harus ekstra hati-hati dari upaya untuk meminimalisir dari dampak negatifnya. Dampak positifnya adalah mengurangi beban APBN terhadap subsidi BBM ini. Dan beban APBN ini dialihkan untuk yang lain misalnya pembangunan infrastruktur atau mendukung program kesejahteraan masyarakat apalagi baru pemulihan pasca pandemi dan langsung disambut kenaikan harga BBM.

“Masih banyak persentase rakyat yang penghasilannya belum meningkat, rakyat yang penghasilannya kecil yang hidupnya pas-pas’an, harusnya pemerintah fokus untuk cari solusi bagaimana menaikkan penghasilan rakyat jangan malah fokus nambahin masalah, ditambah lagi saat ini kemampuan daya beli masyarakat mengalami penurunan,” pungkasnya.(*)