MATTANEWS.CO, PADANGSIDIMPUAN – Kondisi Hasbiana Sitompul, gadis cantik dan ceria berusia 13 tahun, yang tinggal di Bincar, Kecamatan Padangsidimpuan Utara tersebut, sungguh sangat memprihatinkan. Buah hati dari Ikhwanuddin Sitompul (47) yang berprofesi tukang pijat tunanetra itu menderita keterbatasan fisik, yaitu kurang penglihatan.
Namun sebulan terakhir ini, Hasbiana juga merasakan sakit yang luar biasa di bagian bawah rahang sebelah kanannya, lantaran ada infeksi kulit. Kondisi keluarganya juga terbatas dengan ibunya, Idawati Nasution (42), yang hanya berprofesi sebagai tukang kue dengan cara dititipkan ke warung-warung.
“Meski terdaftar sebagai warga penerima manfaat PKH (program keluarga harapan) dari pemerintah, namun kondisi ekonomi dari keluarga yang ber-KTP di Kelurahan Sitamiang Baru, Padangsidimpuan Selatan itu betul-betul memprihatinkan,” kata Juli H Zega, Pengurus Lembaga Burangir Kota Padangsidimpuan saat ditemui, Rabu (7/9/2022).
Kepada wartawan, Juli menceritakan jika awalnya, Hasbiana merasakan ada sedikit pembengkakan di bawah rahang sebelah kanannya, sehingga terasa sakit setiap dia memasang jilbab. Hampir 2 pekan ini, dia tak lagi ke sekolah karena semakin terasa sakit yang kian melebar bengkaknya.
Parahnya, ujar Juli, sejak Rabu (31/8/2022), areal yang bengkak tersebut mengeluarkan cairan yang tercium bau, sehingga tanpa pikir panjang ibunya langsung membawa ke RS Inanta Kota Padangsidimpuan, pada Jumat (2/9/2022) lalu. Naasnya, BPJS Kesehatan Hasbiana yang dari pemerintah, ternyata tak aktif lagi sehingga tidak dapat dipergunakan.
“Dokter sarankan agar segera dilakukan tindakan operasi supaya penyakitnya tidak semakin parah. Karena kasihan melihat anaknya, orangtuanya pun memutuskan untuk menyetujui saran dokter tersebut. Tindakan operasi telah dilakukan namun kata dokter akan dilakukan lagi operasi ke-2 untuk mengangkat jaringan kulitnya bagian dalam,” jelas Juli.
Kesedihan orangtua Hasbiana semakin mendalam, lantaran memikirkan biaya Hasbiana selama di rumah sakit. Total biaya sampai hari ini telah menembus Rp9,2 juta dan dipastikan akan terus bertambah. Dengan penuh pengharapan, orangtua Hasbiana akhirnya mendatangi Lembaga Burangir, meminta pertolongan.
Meski begitu, menurut Juli, Lembaga Burangir merupakan wadah sosial yang selama ini konsern terhadap perlindungan perempuan dan anak, sehingga dana yang dimiliki juga terbatas untuk membantu Hasbiana. Apalagi saat ini, Burangir juga sedang fokus penggalangan dana untuk Ali Saki penderita Omfalokel, bayi 3 minggu yang ususnya keluar.
“Namun, kami akan berusaha untuk mengetuk hati orang-orang baik untuk mau membantu Hasbiana. Selain Ali Saki, ada lagi Hasbiana yang membutuhkan bantuan dana cepat dari kita. Bagi yang ingin berdonasi boleh mengirimkan ke nomor rekening Ibunya Hasbiana di 533901000241525 atas nama Idawati Nasution, Bank BRI. Untuk konfirmasi slip donasi ke 081362067636 (Ibunya/Idawati) dan 082368774440 (Burangir),” terang Juli.














