PENDIDIKAN

Ciptakan Lulusan Terampil, SMK Utama Bakti Lakukan Pengembangan Peralatan Praktek

×

Ciptakan Lulusan Terampil, SMK Utama Bakti Lakukan Pengembangan Peralatan Praktek

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel terus melakukan penyesuaian kurikulum yang diajarkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan yang ada di dunia kerja.

Hal itu untuk menyerap lulusan SMK agar segera diterima di perusahaan. Kemampuan siswa SMK saat ini terus dilatih dan diasah melalui kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kepala Disdik Sumsel, Dra H Riza Fahlevi mengatakan, untuk praktek otomotif harus ada pengembangan. Misal saat ini sudah marak motor jenis injeksi.

“Nah, ini nantinya akan diajarkan ke siswa. Sehingga, setelah lulus nanti, mereka memiliki kemampuan itu,” kata Riza.

Menurut Riza, selain penyesuaian kurikulum, langkah lainnya untuk meningkatkan serapan lulusan SMK yakni dengan rutin menggelar job fair.

“Kami bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja yang mengetahui kebutuhan perusahaan untuk tenaga-tenaga yang diperlukan,” ujarnya.

Riza memaparkan, lulusan SMK yang ada di Sumsel saat ini sebagian besar sudah banyak yang diterima di perusahaan untuk bekerja. Kendati demikian, pihaknya akan terus mensinergikan kurikulum SMK dan kebutuhan dunia kerja.

“Sehingga lulusan SMK yang ada di Sumsel ini tidak ada yang menganggur,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Utama Bakti Antoni SE menjelaskan, jika pihaknya saat ini masih tetap mempraktekan mesin berbahan bakar dari karburator.

“Kita masih tetap ada engine berbahan bakar karburator. Tapi sejak 2020 engine memakai sistem injeksi atau termasuk dalam komponen VVTI juga sudah ada. Hal ini sebagai pembandingan saja, sebab komponen mesin yang dibawah tahun 2000. Saat ini masih relatif banyak dan tentu saja regulasi mesin tersebut di Indonesia masih cukup besar,” jelas Antoni saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/11/2022).

Dikatakan Antoni, siswa dituntut untuk dapat mengusahai baik itu mesin injeksi maupun masih manual atau karburator. Para siswa harus paham apa kelebihan dan juga kekurangan dari kedua mesin tersebut. Sebab siswa bukan tidak mungkin akan mengalami perbaikan di dua jenis komponen pembakaran mesin tersebut.

“Baik itu masih memakai karburator dan injeksi. Semua diajarkan disekolah ini. Siswa juga harus tahu kelebihan dan kelemahan dari kedua engine itu,” ucap Antoni.

Lebih jauh ia menjelaskan, bukan hanya di kelas otomotif saja terus berbenah. Bahkan untuk jurusan kelistrikan di sekolah ini juga terus melakukan pengembangan terkait alat praktek. Sehingga dapat terus maju sesuai dengan tuntutan zaman.

“Beberapa waktu lalu sudah mengacuhkan alat untuk menambah kelengkapan praktek siswa. Sehingga siswa lebih menguasai ilmu dengan lebih maksimal,” kata dia.

Masih kata Antoni, tentu saja peralatan yang saat ini dipakai masih tergolong mahal. Untuk engine saja dibutuhkan dana puluhan juta rupiah. Baru dapat satu komponen mesin saja. Hal ini yang membuat pembelian alat praktek masih ada kendala. Mengingat alat praktek yang dibeli termasuk kategori barang mahal. Tapi sekali lagi untuk menunjang proses belajar mengajar. Maka diupayakan alat praktek tersebut harus ada di bengkel praktek. Sehingga para siswa dapat melakukan praktek dengan lebih baik.

“Meskipun alat praktek sangat mahal. Kami selalu berupaya agar alat tersebut ada di bengkel. Mengingat alat praktek merupakan sebuah bahan wajib yang harus ada di bengkel,” tukasnya.