BERITA TERKINIPENDIDIKAN

Ruang Kelas SD di Tulungagung Ambruk, Begini Curhatan Seorang Guru

×

Ruang Kelas SD di Tulungagung Ambruk, Begini Curhatan Seorang Guru

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Salah satu ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Tulungagung ambruk. Meskipun begitu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Kejadian ini menimpa SDN Bago 3 yang beralamat di jalan I Gusti Ngurah Rai Gang II Nomor 14 Kecamatan Tulungagung Kota Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Hal ini diungkapkan oleh Nurcahyo (43) seorang Guru Olahraga SDN 3 Bago pada saat ditemui, di sekolah dasar tersebut, Rabu (10/5/2023).

“Kejadian ambruknya ruang kelas IV ini terjadi sekira bulan April atau Mei tahun 2022,” ucapnya sembari menemani awak media melihat reruntuhan puing-puing atap yang berserakan di lantai.

Dia menambahkan, atas kejadian ambruknya ruang kelas IV tersebut menghambat proses belajar mengajar di sekolahnya.

Namun demikian, sambung Nurcahyo, pihaknya akhirnya memindahkan para murid kelas IV ke ruang kelas lainnya.

“Agar belajar mengajar tetap berlanjut, oleh Kepala sekolah dipindahkan ke ruang kelas lainnya,” tambah Nur.

Menurut pria yang mengajar semenjak tahun 2012 tersebut, atas kejadian ambruknya ruang kelas IV, pihak sekolah sudah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung sebanyak dua kali.

“Sudah kok diajukan proposal sebanyak 2 kali yakni tahun 2021 dan 2022. Waktu itu masih Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang sekarang Dinas Pendidikan,” ujarnya.

“Kenapa masih belum terealisasi untuk dilakukan pembangunan ruang kelas tersebut, alasan tidak ada dananya,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan puing-puing atap yang ambruk tersebut sengaja tidak dibersihkan pihaknya mengaku untuk dijadikan sebagai barang bukti jika kemudian hari Dinas Pendidikan melakukan pengecekan.

Seiring berjalannya waktu, tutur dia, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mendatangi ruang kelas yang ambruk di lembaganya.

“Sudah pernah dicek dari Dinas Pendidikan, yang datang waktu itu Pak Cucuk,” terangnya.

“Sekira 3 bulan lalu, dan sampai sekarang belum ada kelanjutannya,” sambungnya.

“Kita harapkan semoga ruang kelas IV bisa dilakukan rehab, sehingga bisa difungsikan lagi seperti yang dulu,” pungkasnya.

Media ini mencoba melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp ke pihak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung terkait ambruknya ruang kelas IV, namun demikian hingga berita ini tayang belum ada statmen resmi.

“Mohon maaf, masih prepare lomba desa,” jawab singkat Rahadi Puspita Bintara, S.E., M.Si.