MATTANEWS.CO, OKI – Kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Agung kembali mengecewakan. Nyaris hampir sepekan, sebagian warga Kota Kayuagung tidak memperoleh air bersih. Bahkan lebih ironis lagi, pasokan air bersih bagi warga Pampangan lumpuh lantaran pompa air yang biasa digunakan sebagai pengelolaan distribusi air tidak disertai ketersediaan listrik. Menurut warga sekitar, Perumda Tirta menunggak bayar listrik hingga PLN mencabut meteran sampai tunggakan sebesar Rp.19 Juta dibayarkan.
“Warga Pampangan sudah lama krisis air bersih. Bagaimana mengaliri air bila listrik itu sendiri menunggak hingga meteran dicabut PLN,” ujar sumber yang mengetahui persis persoalan ini.
Tempat berbeda, warga Mangunjaya, yang juga pelanggan mengeluhkan pasokan air bersih dari Perumda Tirta Agung yang tidak mengaliri daerah sekitar domisilinya tersebut dalam 4 hari terakhir. Bahkan dirinya terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air sebagai pemenuhan kebutuhan keluarganya.
“Dua hari kemarin kami sudah menghubungi petugas Perumda Tirta Agung. Menurut petugas Deffriansyah Pratama pihaknya terkendala pompa air di Pampangan sedang dalam perbaikan. Namun hingga hari ini aliran air bersih tidak kunjung mengalir,” ujarnya Senin (12/6/2023).
Dampak dari macet air bersih ini sendiri ia mengatakan tidak sebanding dengan kinerja yang ditorehkan instansi milik Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir tersebut. Terlebih lagi perubahan status sekarang dari BLUD menjadi Perumda. Semestinya berangsur membaik.
“Jangan pas terlambat bayar langsung di denda atau bahkan melakukan penyegelan. Namun, disisi lainnya, kinerja tidak sepadan,” ungkapnya.
Dilanjutkan dia, semestinya layanan Perumda Tirta Agung lebih baik pasca penggantian direktur baru. Sejalan dengan itu, menurut dia permintaan warga tidak berlebihan, yakni pasokan air terjamin baik kuantitas maupun kualitasnya,
“Sudah sepantasnya keluhan ini disampaikan. Permintaan warga seperti kami kiranya tidak berlebihan. Cuma meminta distribusi air tidak terkendala. Itu saja,” tandasnya
Terpisah, Direktur Perumda Tirta Agung Pratama Suryadi, melalui hubungan ponsel tidak dapat dihubungi. Begitu juga dengan petugas Deffriansyah Pratama berlaku sama. Kendati nada panggilan berdering namun sambungan telepon tidak direspon dengan baik.(*)














