MATTANEWS.CO, OKI – Bukan hanya sekedar hiburan warga, laga Bidar Mini disebut sebagai upaya pelestarian tradisi budaya di tengah gempuran modernisasi budaya dewasa ini. Adu balap perahu skala kecil di sepanjang Sungai Komering ini sendiri menjadi momen reguler menyambut peringatan HUT Kemerdekaan yang sekarang telah menginjak usia 78 tahun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir Asmar Wijaya mengutarakan sepanjang sungai Komering dahulu merupakan urat nadi perekonomian warga sekitar. Ia mengatakan, ajang lomba Bidar sebagai bentuk menjaga tradisi dari kekayaan budaya lokal.
“Selamat bertanding dengan suportif, kalau menang itu artinya buah dari upaya yang telah dilakukan. Sebaliknya kalau belum menang, harus bijak menerima, mengakui kekalahan dan tak lelah untuk terus berlatih,” kata Asmar, Senin (14/8)
Dalam perhelatan tersebut, Asmar menekankan semangat sportifitas dalam bertanding. Dengan demikian, ia berharap kegiatan dapat terlaksana dengan baik tanpa terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Jika pelaksanaan lomba ini berlangsung secara kondusif, tertib dan lancar maka lomba bidar ini bisa jadi ajang tahunan,” harap dia.
Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Ahmadi Ilyas menyampaikan Lomba Bidar Mini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga yang dilaksanakan pada 14-15 Agustus 2023.
Lomba dengan sponsor dari Bank Sumsel Babel ini menurut Ahmadin, berupa uang pembinaan sebesar Rp.10 Juta untuk juara pertama. Sedangkan juara kedua Rp.5 Juta, serta Rp.5 Juta dan Rp.3 Juta sebagai pemenang ketiga dan keempat,
“Bidar Mini merupakan tradisi masyarakat Kecamatan Kota Kayuagung yang tahun ini diikuti oleh 25 Desa dan Kelurahan dalam Kecamatan Kota Kayuagung,” tandasnya.














