BERITA TERKINIHEADLINEPEMPROV SUMSEL

Angka Stunting Sumsel 18,6 Persen, DAK Baru Terserap 15 Persen

×

Angka Stunting Sumsel 18,6 Persen, DAK Baru Terserap 15 Persen

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengejar target penurunan angka stunting sesuai dengan Perpres 72/2021 sebesar 14 persen. Target 14 persen itu harus dicapai pada 2024 mendatang. Sementara angka stunting di Sumsel masih cukup tinggi, sebesar 18,6 persen atau masih kurang 4,6 persen untuk mencapai target yang ditetapkan.

Untuk itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru meminta agar semua stakeholder di Pemprov Sumsel ikut mempecepat dan mengoptimalkan penurunannya secara masih. Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan angka stunting.

“Sumsel memang bintangnya dalam mempercepat angka penurunan stunting. Tapi, kita tak boleh lalai, evaluasi harus dilakukan sehingga upaya penurunannya bisa lebih cepat,” ujarnya saat membuka Rapat Telaah Tengah Tahun Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Angka Stunting Tingkat Provinsi Sumsel, Rabu (6/9).

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan bisa menjadi acuan menentukan strategi untuk mencapai target penurunan pada tahun ini. Ia berharap, penurunan angka stunting bisa lebih lebih baik pada tahun ini. “Minimal penurunan angka stunting tahun ini 5 persen” ungkapnya.

Di lain sisi, Herman Deru menyebut Pemkab dan Pemkot masih banyak yang belum memahami petunjuk dan teknis penggunaan dana alokasi khusus (DAK) penanganan stunting. Sebab, saat ini DAK baru terserap 15 persen. Ia mengusulkan, agar DAK dibelanjakan langsung oleh pemerintah pusat dan Pemda hanya menerima barang.

“Diganti bahan makanan untuk pemenuhan gizi masyarakat mungkin lebih baik, sehingga Pemda nantinya tinggal membagikan untuk masyarakat yang berhak,” bebernya.

Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Ahli Utama BKKBN RI, Widwiono mengatakan, rapaat telaah dilakukan untuk mengevaluasi berbagai upaya yang tela dilakukan dalam percepatan penurunan angka stunting.

Ia juga menyoroti DAK untuk percepatan penurunan stunting di Sumsel. Sebab, serapan 15 persen itu sangat kecil. “Sampai Juli DAK baru terserap 15 persen, idealnya di angka 60 persen. Kita harap ini terus dimaksimalkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, juga dikukuhkan Badan Asuh Anak Stunting di Sumsel dan Pengurus Koalisi Kependudukan Indonesia Sumsel untuk mempercepat target penurunan stunting.