BERITA TERKINIHEADLINEPEMPROV SUMSEL

Percepat Penanganan Stunting, Kodam II Sriwijaya buat Dapur Masuk Sekolah

×

Percepat Penanganan Stunting, Kodam II Sriwijaya buat Dapur Masuk Sekolah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kodam II Sriwijaya ikut berupaya menurunkan angka stunting di wilayahnya lewat program Dapur Masuk Sekolah di SDN 118 Palembang, Senin (23/10). Kegiatan itu serentak dilakukan jajaran Kodam II Sriwijaya di 5 Korem dan 32 Kodim dengan mendatangi langsung sekolah-sekolah.

“Program ini diselenggarakan bertujuan untuk membantu menurunkan angka tengkes bagi anak-anak dan membantu anak-anak sekolah yang memiliki tingkat ekonomi kurang mampu di lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Yanuar Aidil.

Ia menyebut, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada 2045 mendatang. Dimana 70 persen usia produktif merupakan anak-anak yang saat ini masih berusia 7 tahunan. Sehingga, kehadiran Dapur Masuk Sekolah ini dilaksanakan oleh Kodam II Sriwijaya.

“Program ini kita laksanakan di sekolah-sekolah yang orang tuanya berpenghasilan menengah ke bawah karena jarang tersentuh makanan bergizi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program ini bertujuan untuk membantu mengentaskan permasalam stunting, tak hanya di Sumsel tapi juga di bawah naungan Kodam II Sriwijaya.

“Kegiatan ini sifatnya sebagai pancingan, agar banyak pihak ikut membantu permasalahan stunting di Sumsel ” bebernya.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Agus Fatoni menyambut baik dan mengapresiasi langkah Kodam II Sriwijaya dalam membantu penanganan stunting.

Melalui program Dapur Masuk Sekolah yang dilaksanakan di SDN 118 Palembang, para siswa mendapat edukasi tentang makanan sehat dan bergizi sehingga ke depannya bisa menjadi kebiasaan.

“Kegiatan semacam ini harus terus dilakukan dan didorong, agar anak-anak membiasakan diri makan-makanan sehat. Ini contoh baik, kita juga akan terus berupaya menuntaskan masalah stunting ini bersama-sama di Sumsel,” ujar Fatoni.

Ia menyebut, makanan sehat yang diberikan kepada siswa dapat diteruskan dengan menjadikan kebiasaan untuk mengubah pola makan. Untuk itu, peran orang tua juga sangat penting dalam memenuhi kebutuhan anak.

“Kalau orang tuanya terbiasa makan mie instan, anak juga akan ikut-ikutan makan-makanan itu. Jangan pilih makanan enak, tapi buatlah makanan sehat. Makan-makanan enak juga tidak harus mahal, yang terpenting adalah sehat,” bebernya.

Menurutnya, makanan tidak sehat dapat membuat tumbuh kembang anak terbatas dan tidak baik. Hal itu pun dikhawatirkan bakal memengaruhi generasi di masa mendatang. “Dengan terbiasa makan-makanan sehat, generasi kita juga akan sehat,” tukasnya.