BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Kenaikan Tarif PDAM Tirta Agung Dibarengi Kemacetan Distribusi Air Bersih

×

Kenaikan Tarif PDAM Tirta Agung Dibarengi Kemacetan Distribusi Air Bersih

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Belum usai bagi warga menelan kekecewaan akibat pemberlakuan kenaikan tarif Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Agung di bulan Oktober lalu.

Sekarang ini justru warga sekitar Kelurahan Jua-jua Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir kembali dikecewakan lantaran hampir empat pekan belakangan ini, distribusi air bersih di rumah mereka tidak kunjung mengalir,

“Ada sewaktu itu, air memang pernah sempat mengalir. Tetapi hanya berlangsung beberapa menit saja. Setelahnya tidak lagi mengalir,” ujar warga Jua-jua Sutikno di Kayuagung Senin (13/11/2023)

Meskipun warga telah mengadukan keresahan ini sendiri, namun tetap saja tidak dapat ditanggulangi Perumda Tirta Agung sebagai instansi yang diserahkan mandat mengurusi kebutuhan air hajat orang banyak.

Cerita ironi kekurangan penyaluran air bersih ini, justru berbanding terbalik dengan penyampaian Bupati OKI Iskandar disaat HUT OKI 78 dimana Bupati dengan bangga dihadapan ratusan orang, mengungkapkan dibawah kepemimpinannya berhasil menuntaskan kekurangan air bersih warga Kecamatan Air Sugihan di pesisir, setelah pelayanan wajib yang harus dipenuhi pemerintah daerah ini telah berlangsung 40 tahun tanpa terlayani dengan baik.

“Kita juga berupaya memberikan akses air bersih bagi masyarakat yang tinggal di pesisir, di lebak- lebak seperti di Kecamatan Air Sugihan. Setelah kurang lebih 40 tahun mereka mengandalkan air hujan. Titik air pun sudah dekat,” ujar Bupati Iskandar.

Namun tetap saja pasokan air bersih pada akhirnya diketahui masalah ini tak juga kunjung ditangani. Kemudian selanjutnya, skeptisme warga menyeruak di ruang publik terkait distribusi air bersih dalam kota. Hanya berjarak beberapa ratus meter dari pusat pemerintahan kabupaten terlanjur terungkap pada kenyataannya bahwa tidak terlayani menyesuaikan tarif baru.

Terlalu jauh berharap melangkah hingga ke wilayah pesisir. Sementara warga terdekat. Walaupun harus merogoh kocek lebih dalam dampak kenaikan tarif hingga 100 persen. Tetapi, faktanya sebagian warga tetap saja tidak dapat menikmati air bersih.

Hal serupa dikatakan Ketua Ikatan Wartawan Online Kabupaten Ogan Komering Ilir, Darfian Mahar Jaya dalam kapasitasnya sebagai penanggungjawab gedung Sekretariat awak media online. Dirinya mengungkapkan, kenaikan tarif air yang dikeluarkan Perumda Air Minum Tirta Agung bulan Oktober lalu disebutnya mengecewakan. Ia beralasan, tarif tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan pelayanan dari perusahaan plat merah itu sendiri,

Darfian menyebut kantor Sekretariat IWO salah satu contoh kecil dari penelantaran kewajiban Perumda Tirta Agung. Padahal, menurut dirinya, operasional kantor hanya berlangsung beberapa jam, namun tetap saja kesulitan memperoleh air bersih tidak dapat terelakkan terjadi,

“Pada akhirnya air kemasan galon dengan kapasitas terbatas sebagai pengganti kebutuhan kantor itu sendiri. Dapat dibayangkan bila menuntaskan kebutuhan air bersih tingkat rumah tangga akan terasa sulitnya seperti apa,” ungkapnya.

Sementara itu, keterangan dari Direktur Perumda Tirta Agung Mairil Aprianto tidak diperoleh informasi secuil pun. Begitu juga bidang teknis operasional berlaku sama. Menurut keterangan pegawai, keduanya sedang tidak berada ditempat saat awak media hendak konfirmasi. Dengan demikian, selain distribusi air bersih mampet, fungsi kehumasan dari instansi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.